%A NIM.: 18104090070 Ning Tyas Mudzayanah %O Siti Nur Hidayah, M.Sc., Ph.D. %T MANAJEMEN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR SISWA BERBEDA AGAMA DI SD NEGERI DEMANGAN YOGYAKARTA %X Keberagaman agama di SD Negeri Demangan Yogyakarta menuntut pengelolaan yang terencana melalui strategi manajemen pendidikan multikultural agar tercipta relasi sosial yang harmonis antar siswa. Perbedaan latar belakang agama berpotensi menimbulkan prasangka dan eksklusi sosial jika tidak diantisipasi dengan kebijakan dan praktik pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan strategi guru dalam manajemen pendidikan multikultural berbasis POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, dengan fokus pada pembentukan sikap toleransi dan kolaborasi lintas agama di lingkungan sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, tiga guru kelas, dan delapan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada pembelajaran dan kegiatan sekolah (Market Day, Pentas Seni, dan Projek P5), serta studi dokumentasi RPP, program tahunan, dan foto kegiatan. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan validitas diuji dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan penerapan strategi manajemen pendidikan multikultural melalui POAC sebagai berikut: (1) Planning penyusunan RPP yang mengintegrasikan nilai toleransi, perencanaan kegiatan kolaboratif lintas agama, serta pembiasaan ucapan selamat pada hari besar semua agama; (2) Organizing pembagian peran guru sebagai fasilitator dan mediator, pembentukan kelompok belajar heterogen, serta pelibatan orang tua melalui forum komunikasi; (3) Actuating pelaksanaan pembelajaran tematik yang memuat tokoh lintas agama, projek P5 bertema “Kebinekaan Global” dan “Bangunlah Jiwa dan Raganya,” kegiatan Market Day dan Pentas Seni yang melibatkan semua siswa tanpa sekat agama, serta penyelesaian konflik dengan pendekatan dialog restoratif; (4) Controlling pengawasan interaksi siswa melalui observasi harian, evaluasi sikap, dan pembinaan langsung ketika muncul potensi prasangka. Faktor pendukung meliputi komitmen sekolah terhadap kebinekaan dalam visi-misi dan program, peran aktif guru sebagai agen multikultural, serta budaya sekolah yang inklusif dan partisipatif. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan waktu dan fasilitas pembelajaran nilai, minimnya pelatihan guru tentang pengelolaan kelas multikultural, dan stereotip sosial dari lingkungan luar sekolah yang terbawa ke interaksi siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi multikultural di sekolah ini ditopang oleh sinergi kebijakan sekolah, kapasitas guru, dan keterlibatan orang tua, serta membutuhkan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan khusus dan kolaborasi berkelanjutan dengan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan program. Kata Kunci: Strategi Manajemen, Pendidikan Multikultural, POAC, Relasi Sosial, Toleransi, Sekolah Dasar, SD Negeri Demangan Yogyakarta. %K Strategi Manajemen, Pendidikan Multikultural, POAC, Relasi Sosial, Toleransi, Sekolah Dasar, SD Negeri Demangan Yogyakarta %D 2025 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib75510