%0 Thesis %9 Skripsi %A Widra Safira, NIM.: 22105050016 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:75550 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Tradisi Tabut, Bengkulu, Living Hadis, Ahlul Bait, Nilai Hadis %P 122 %T RESEPSI KELUARGA KERUKUNAN TABUT BENGKULU TERHADAP HADIS MENCINTAI AHLUL BAIT DALAM TRADISI TABUT %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75550/ %X Tradisi tabut merupakan tradisi keagamaan-kultural yang hidup dan berkembang di masyarakat Bengkulu, berakar pada peristiwa syahidnya Husein bin Ali di Padang Karbala. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai keislaman yang bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW, khususnya hadis tentang kecintaan kepada Ahlul Bait. Salah satu hadis yang menjadi landasan utama penelitian ini adalah hadis riwayat Ibnu Mājah nomor 143 yang menegaskan bahwa mencintai keluarga nabi (Hasan dan Husein) merupakan bagian dari kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rangkaian tradisi tabut serta menganalisis nilai hadis yang terkandung di dalamnya dengan menggunakan pendekatan living hadis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui observasi lapangan, wawancara dengan Keluarga Pelaksana Tradisi (KPT) Tabut dan pelaku tradisi, serta studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian tradisi tabut, mulai dari doa keselamatan, ngambik tanah, cuci penja, menjara, tabut besanding, hingga tabut tebuang, mengandung nilai-nilai hadis yang dipraktikkan secara fungsional dalam kehidupan pelaku tradisi. Nilai-nilai tersebut meliputi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan ahlul bait, kesadaran akan kematian, penyucian diri, penegakan kebenaran, penolakan terhadap kezaliman, serta solidaritas sosial. Dalam perspektif living hadis, tradisi tabut Bengkulu menjadi bukti bahwa hadis tidak hanya hadir semata-mata secara tekstual saja, tetapi hidup dan berfungsi dalam simbol, ritual, dan praktik budaya masyarakat sebagai pedoman moral dan ekspresi keberagamaan serta sarana aktualisasi nilai-nilai hadis dalam kehidupan sosial masyarakat Bengkulu. Kata kunci: Tradisi Tabut, Bengkulu, Living Hadis, Ahlul Bait, Nilai Hadis. %Z Dr. H. Agung Danarta, M.Ag.