relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75563/ title: PEMAHAMAN HADIS-HADIS TENTANG ETIKA DAGANG (STUDI MA’ANIL HADIS : TEORI SYUHUDI ISMAIL) creator: Selvira Gusti Ayu, NIM.: 22105050001 subject: 297.125 Hadis description: Perkembangan teknologi di era digital membawa perubahan yang sangat signifikan baik dalam bentuk perdagangan maupun metode transaksi. Aktivitas jual beli tidak lagi terbatas pada pertukaran barang fisik secara langsung, tetapi juga meluas ke perdagangan berbasis platform digital, e-commerce, dan layanan digital. Perubahan ini memang telah memberikan kemudahan dan efisiensi, namun pada saat yang sama, juga membuka ruang bagi berbagai masalah etika, seperti penipuan, kebohongan, manipulasi informasi, dan ketidaksesuaian antara deskripsi dan kenyataan barang atau jasa yang diperdagangkan. Kondisi ini menyoroti pentingnya pedoman etika yang dapat menjaga nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam praktik perdagangan modern. Penelitian ini merumuskan masalah tentang bagaimana memahami hadits Riwayat muslim tentang larangan berbuat curang dalam berdagang ketika dianalisis menggunakan teori Ma'ānī al-Ḥadīṡ karya Syuhudi Ismail. Analisis ini berfokus pada dua aspek utama, yaitu analisis linguistik dan analisis historis. Analisis linguistik digunakan untuk memahami makna teks hadis secara tekstual, sementara analisis historis mencakup studi tentang peran dan fungsi Nabi, asbābul wurūd hadis serta kontekstualisasi hadis dengan pendekatan ijtihad (akal). Dengan pendekatan ini, hadis tidak hanya dipahami sebagai teks normatif, melainkan juga dimaknai sebagai ajaran yang muncul dalam konteks sosial tertentu. Teori syuhudi ismail digunakan dalam penelitian ini karena mempunyai kerangka yang jelas dalam menjembatani antara teks hadis dan konteks sosial secara seimbang. Pendekatan ini tidak sekedar memahami hadis dari bentuk lafaznya saja, namun juga menempatkan posisi hadis dalam situasi historis dan sosial saat hadis itu disampaikan. Hadis tidak diposisikan sebagai teks yang kaku, melainkan sebagai sumber norma yang fleksibel dan responsive terhadap perubahan. Melalui pendekatan ini membuat kandungan hadis menjadi lebih aplikatif dan relevan untuk di baca dan disesuaikan dengan realitas sosial yang terus mengalami perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang etika perdagangan tetap relevan dalam konteks perdagangan digital, karena prinsip-prinsip kejujuran, transparansi, dan keadilan bersifat universal dan tidak terikat pada bentuk transaksi tertentu. Kejujuran dalam transaksi digital diwujudkan melalui deskripsi produk yang jelas, penyertakan syarat dan ketentuan, serta keterbukaan informasi mengenai harga dan kualitas barang atau jasa. Prinsip etika ini tidak hanya menjadi tanggung jawab penjual, tetapi juga pembeli, sehingga integritas moral dalam perdagangan harus dijaga secara timbal balik oleh kedua belah pihak. date: 2026-01-22 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75563/1/22105050001_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75563/2/22105050001_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Selvira Gusti Ayu, NIM.: 22105050001 (2026) PEMAHAMAN HADIS-HADIS TENTANG ETIKA DAGANG (STUDI MA’ANIL HADIS : TEORI SYUHUDI ISMAIL). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.