%0 Thesis %9 Masters %A Nazilatur Rohmah, NIM.: 23205032016 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:75570 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Konsep, Zikir, al-Tustari, Tematik, Tafsir Sufi %P 143 %T KONSEP ZIKIR DALAM TAFSIR AL-QUR’AN AL-‘AZIM KARYA SAHL AL-TUSTARI: STUDI TEMATIK ATAS AYAT-AYAT ZIKIR %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75570/ %X Penelitian ini membahas mengenai konsep zikir dalam tafsir Al-Qur’ān Al-‘Aẓīm karya Sahl al-Tustarī melalui studi tematik atas ayat-ayat zikir. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemahaman konsep zikir yang masih sering dipahami secara sempit dan parsial, sehingga belum menggali secara mendalam makna spiritual dari zikir itu sendiri dalam kerangka yang lebih komprehensif. Ayat-ayat zikir dalam penafsiran kontemporer secara umum masih dijelaskan secara literal sebagai perintah untuk menyebut nama Allah, padahal dalam tradisi tasawuf dan tafsir sufi zikir memiliki makna spiritual yang lebih dalam dan eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan melihat bagaimana Sahl al-Tustarī memaknai zikir sebagai sebuah proses dan tahapan kesadaran batin yang mampu membentuk kehidupan batin seorang hamba. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan tafsir Al-Qur’ān Al-‘Aẓīm karya Sahl al-Tustarī sebagai sumber utamanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir tematik (maudū’ī) terhadap ayat-ayat zikir yang ditafsirkan oleh al-Tustarī dalam kitab tafsirnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif al-Tustarī, zikir tidak hanya dipahami sebagai aktivitas lisan semata, melainkan sebagai sebuah tahapan ruhani yang menuntut kehadiran hati, ketaatan dan penyerahan diri total kepada Allah. Zikir diposisikan sebagai sebuah tahapan dan proses spiritual menuju ketenangan dan kedamaian batin yang tetap. Melalui zikir, seorang hamba merasakan kesadaran batin bahwa Tuhan selalu mengawasi, sehingga zikir mampu menghidupkan hati dan menumbuhkan sikap tunduk kepada Allah. Dengan demikian, zikir berfungsi sebagai medium penyucian jiwa, penguatan penghambaan, yang pada akhirnya menjadi sumber ketenangan dan kedamaian batin yang menetap bagi perjalanan spiritual seorang hamba. %Z Prof. Dr. H. Zuhri, S.Ag., M.Ag.