@mastersthesis{digilib75575, month = {January}, title = {RESEPSI AKTIVIS AISYIYAH BANTUL TERHADAP SURAH AL-QASHASH AYAT 23 TENTANG PERAN GANDA PEREMPUAN}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205032033 Meysitoh Sari}, year = {2026}, note = {Dr. Adib Sofia, S.S., M,Hum.}, keywords = {Resepsi Al-Qur?an, Aisyiyah Bantul, Peran Ganda Perempuan, surah al-Qashash ayat 23}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75575/}, abstract = {Penelitian ini berjudul ?Resepsi Aktivis Aisyiyah Bantul Terhadap Surah Al-Qashash Ayat 23 Tentang Peran Ganda Perempuan?. Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa fenomena peran ganda perempuan semakin menguat seiring meningkatnya keterlibatan perempuan di ranah publik, namun kajian Al-Qur?an yang secara khusus menelaah dan mempraktikkan Al-Qur?an dalam kehidupan perempuan pelaku peran ganda masih relatif terbatas. Penelitian ini memfokuskan pada pemahaman aktivis Aisyiyah Bantul terhadap Surah al-Qashash ayat 23 tentang peran ganda perempuan, dan implementasi resepsi aktivis Aisyiyah Bantul terhadap ayat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk pemaknaan aktivis Aisyiyah Bantul terhadap Surah al-Qashash ayat 23 serta mengkaji resepsi tersebut diimplementasikan dalam praktik peran domestik dan publik yang mereka jalani. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dan kepustakaan. Data primer diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap aktivis Aisyiyah Bantul, sedangkan data sekunder berasal dari literatur tafsir, buku, jurnal, dan penelitian relevan. Analisis data menggunakan teori resepsi Al-Qur?an Ahmad Rafiq yang meliputi resepsi eksegesis, resepsi estetis, dan resepsi fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivis Aisyiyah Bantul meresepsi surah al-Qashash ayat 23 sebagai landasan keterlibatan perempuan di ranah publik tanpa mengabaikan tanggung jawab domestik. Ayat tersebut dipahami bukan hanya sebagai kisah historis, tetapi sebagai pedoman normatif yang relevan dengan realitas peran ganda perempuan masa kini. Dalam hal ini, aktivis Aisyiyah Bantul memaknai surah al-Qashash ayat 23 sebagai dalil kebolehan perempuan bekerja dan berorganisasi selama tetap menjaga nilai kesopanan dan tanggung jawab keluarga. Sementara itu, pada resepsi fungsional, pemahaman tersebut diwujudkan dalam praktik keseharian melalui pengelolaan waktu, negosiasi peran dalam keluarga, serta dukungan dalam berorganisasi Aisyiyah. Dengan demikian, peran ganda tidak dipahami sebagai beban semata, melainkan sebagai amanah keagamaan yang dijalani secara proporsional dan kontekstual, sehingga Al-Qur?an berfungsi sebagai teks yang hidup, yang dimaknai dan diimplementasikan dalam membentuk sikap serta praktik sosial aktivis Aisyiyah Bantul.} }