eprintid: 75576 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/55/76 datestamp: 2026-02-12 07:47:41 lastmod: 2026-02-12 07:47:41 status_changed: 2026-02-12 07:47:41 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Umi Kulsum, NIM.: 23205032045 title: KISAH NABI AYYUB DALAM AL-QUR’AN (PENAFSIRAN KLASIK, PERTENGAHAN, MODERN-KONTEMPORER) ispublished: pub subjects: 297.1226 divisions: pr_iat_s2 full_text_status: restricted keywords: Kisah Nabi Ayyub, Penafsiran Klasik, Adversity Quotient note: Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag. abstract: Pada saat ini banyak sekali kesulitan yang tidak ditanggapi dengan baik oleh masing-masing orang. Akibatnya kondisi ini berdampak pada kesehatan mental, seperti munculnya putus asa, kehilangan makna hidup, depresi, gangguan mental, gangguan otak bahkan mengakhiri hidupnya. Oleh karena itu Slotz hadir dengan gagasan barunya yakni Adversity quotient (AQ) atau bisa disebut dengan kecerdasan dalam menghadapi kesulitan.. Di dalam Islam terdapat kisah Nabi Ayyub yang kisahnya tertulis dalam Kitab suci Al-Qur’an. Ayat Al-Qur’an yang meceritakan mengenai Kisah Nabi Ayyub terdapat dalam Q.S Shaad ayat 41-44 dan Q.S Al-Anbiyaa’ ayat 83-84. Nabi Ayyub seringkali dijadikan sebagai figure dan teladan kesabaran. Dalam Al-Qur’an kisah ini dinarasikan sebagai pengalaman manusia yang menghadapi penderitaan yang berat dan berkepanjangan. Nabi Ayyub diuji dengan penyakit, kehilangan harta dan keluarga dan tekanan sosial yang membuatnya dalam kondisi yang menyulitkan. Namun ditengah penderitaanya tersebut Nabi Ayyub tetap menjaga keimanannya dan senantiasa berdoa kepada Allah dengan ucapan yang sangat santun. Sehingga Allah mengabulkan doa’anya dan melipatgandakan apa yang telah hilang darinya. Kisah Nabi Ayyub dapat dijadikan teladan dalam modern ini. Oleh karena itu peneliti melihat bagaimana penafsiran Kisah Nabi Ayyub dilihat dari tiga periode Sehingga dapat memunculkan nilai-nilai yang relevan dalam ruang dan waktu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analitis berbasis studi pustaka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah penafsiran tematik dalam ayat kisah Nabi Ayyub. Setelah itu peneliti menghubungkan kisah Nabi Ayyub dengan konsep adversity quotient dan memunculkan nilai trasendental. Hasil penelitian menunjukkan, adanya dinaimka dan pergeseran dalam manfasirkan kisah Nabi Ayyub dari periode klasik hingga kontemporer. Selanjutnya dalam konsep Adversity Quotient kisah Nabi Ayyub mencakup semua unsur yang ada didalmnya yaitu control, origin and, reach, dan endurance. Dengan demikian Kisah Nabi Ayyub relevan dengan konsep adversity quotient sebagai solusi ketahanan dalam menghadapi kesulitan pada modern ini dengan tetap mempertahankan kesadaran ilahiyahnya. date: 2026-01-19 date_type: published pages: 212 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Umi Kulsum, NIM.: 23205032045 (2026) KISAH NABI AYYUB DALAM AL-QUR’AN (PENAFSIRAN KLASIK, PERTENGAHAN, MODERN-KONTEMPORER). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75576/1/23205032045_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75576/2/23205032045_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf