TY - CHAP CY - Yogyakarta ID - digilib75622 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75622/ A1 - Agus Saputro, - Y1 - 2026/01// N2 - Pada masyarakat Jawa, kebahagiaan tidak hanya diukur dari perspektif ekonomi. Ki Ageng Suryomentaram seorang filsuf Jawa dengan gamblang menjelaskan terkait kebahagiaan masyakatat Jawa. Rekomendasi utama ilmu kebahagiaan diuraikan dalam tujuh cara yang metodis2. dilihat dari 7 komponen bahagia dalam pandangan perspektif filsuf Jawa Ki Ageng Suryomentaram di atas, tampak jelas bahwa bahagia perspektif Jawa lebih menitikberatkan pada mikro, yakni mengelola diri. Jika disandingkan dengan pandangan Freud tentang kepribadian, ini lekat dengan konsep id. Menurut Freud, id merupakan bagian dari kepribadian yang mengandung kata hati yang menghasilkan kepuasan atau mengejar kesenangan. Id diibaratkan sebagai kawah yang mendidih yang penuh keinginan yang segera ingin dipuaskan29. Dalam pengelolaan diri dan kata hati, terpancar dalam aktivitas spriritual masyarakat Jawa. Kebahagiaan dalam kajian budaya lebih cenderung melihat bahwa bahagia bisa terjadi karena ada kaitan antara yang mikro dengan yang makro, yakni antara individu dengan budaya yang ada dalam masyarakat. Kebahagiaan masyarat perkotaan dapat terwujud melalui pertalian atau hubungan mikro dan makro. Mikro terkait karakteristik individu pada masyarakat perkotaan, sedangkan makro lebih kepada kondisi lingkungan, sosial dan karakteristik budayanya PB - Samudra Biru ( KW - Masyarakat KW - Kebahagiaan KW - Kota KW - Jawa KW - Budaya SN - 978-634-254-119-7 TI - Kebahagiaan Masyarakat Perkotaan dalam Perspektif Kota, Jawa, dan Budaya SP - 1 AV - public EP - 25 T2 - KEBUDAYAAN DULU, KINI, DAN NANTI Dinamika Sosial dalam Kacamata Sosiologi ER -