%A NIM.: 22105050099 Rizki Nindia Putri %O Dr. H. Agung Danarto, M.A. %T ANALISIS HADIS, PRAKTIK DAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG MENGQADHA' SHOLAT ORANG YANG TELAH MENINGGAL (STUDI FENOMENOLOGI DAN KONTEKSTUAL DI KALIKALONG, LOANO, PURWOREJO) %X Penelitian berjudul “Analisis Hadis, Praktik dan Pemahaman Masyarakat tentang Mengqadha’ Sholat Orang yang Telah Meninggal (Studi Fenomenologi dan Kontekstual di Desa Kalikalong, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo)” mengkaji praktik qadha’ sholat bagi mayit sebagai fenomena sosial-keagamaan dan bentuk aktualisasi living hadis di masyarakat. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan diyakini memiliki dasar pemahaman keagamaan, meskipun tidak ditemukan hadis sahih yang secara eksplisit memerintahkan qadha’ sholat bagi orang yang telah meninggal. Praktiknya berkembang melalui penalaran keagamaan masyarakat dengan qiyas terhadap hadis qadha’ puasa. Penulis menjelaskan proses pelaksanaan qadha’ sholat bagi mayit, menggambarkan pemahaman dan resepsi masyarakat terhadap dasar keagamaannya, serta mengungkap makna religius dan sosial yang menyertainya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan living hadis dan analisis fenomenologi Alfred Schutz melalui konsep motif sebab (because-of motive) dan motif tujuan (inorder- to motive). Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga almarhum, serta dokumentasi dan studi pustaka hadis dan fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qadha’ sholat bagi mayit dilaksanakan secara kolektif, umumnya setelah pemakaman atau pada waktu yang disepakati keluarga, dan dirangkaikan dengan ritual kematian. Praktik ini dimaknai sebagai tanggung jawab moral-religius keluarga, ikhtiar membantu almarhum, serta sarana memperoleh ketenangan batin dan memperkuat solidaritas sosial. Analisis fenomenologi menunjukkan adanya motif tujuan berupa harapan kebaikan bagi almarhum dan niat ibadah, serta motif sebab yang bersumber dari tradisi, pengalaman sosial, dan pemahaman qadha’ ibadah yang diqiyaskan dari hadis qadha’ puasa. Temuan ini menegaskan bahwa hadis hadir tidak hanya sebagai teks normatif, tetapi sebagai praktik sosial yang hidup dalam pengalaman keagamaan masyarakat. %K Living Hadis, Qadha’Sholat, Mayit, Fenomenologi %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib75623