<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "SIGNIFIKANSI PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENGENDALIAN KENAKALAN REMAJA PADA PELAKU KLITIH DI BPRSR YOGYAKARTA"^^ . "Kenakalan remaja merupakan persoalan sosial yang terus berkembang dan menjadi tantangan serius di Indonesia. Pada fase remaja, individu berada dalam masa transisi yang ditandai oleh pencarian identitas, ketidakstabilan emosi, serta meningkatnya kerentanan terhadap pengaruh lingkungan sosial. Dalam konteks Daerah Istimewa Yogyakarta, persoalan kenakalan remaja tampak secara nyata melalui tindakan klitih, yaitu bentuk kekerasan jalanan yang dilakukan oleh remaja dengan pola penyerangan acak di ruang publik. Tindakan klitih tidak hanya menimbulkan dampak fisik dan psikologis bagi korban, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman di masyarakat. Tindakan ini juga mencerminkan persoalan yang bersifat multidimensional, yang berkaitan dengan lemahnya kontrol diri remaja, rapuhnya fungsi pengawasan keluarga, tekanan kelompok sebaya, rendahnya keterikatan dengan sekolah, serta belum optimalnya internalisasi nilai-nilai agama sebagai pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari.\r\nPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam pengendalian tindakan kenakalan remaja pada kasus klitih di Yogyakarta serta mengidentifikasi pola rehabilitasi kenakalan remaja berbasis agama bagi pelaku klitih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Kerangka analisis penelitian memadukan teori kontrol sosial, sosialisasi agama, dan pengendalian diri untuk memahami bagaimana nilai-nilai agama bekerja dalam membentuk perilaku remaja. Informan penelitian meliputi tokoh agama, pembina pesantren, pegawai Dinas Sosial, serta mantan pelaku klitih yang menjalani pembinaan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Yogyakarta.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh agama dalam pengendalian tindakan klitih bersifat signifikan secara kontekstual, namun belum sepenuhnya efektif secara struktural. Agama berperan sebagai mekanisme pengendalian internal yang membentuk kesadaran moral, membantu remaja mengelola emosi, menahan impuls agresif, serta memahami konsekuensi etis dari tindakan yang dilakukan. Dalam rehabilitasi, internalisasi nilai-nilai spiritual terbukti mampu menumbuhkan ketenangan batin, rasa bersalah moral, dan dorongan untuk memperbaiki diri. Namun, di luar ruang pembinaan pengaruh agama sering kali melemah dan kalah bersaing dengan tekanan kelompok sebaya dan lingkungan sosial yang permisif terhadap kekerasan. Penelitian ini juga menemukan pola rehabilitasi berbasis agama berlangsung melalui lima ranah yang saling terhubung, yaitu individu, keluarga, sekolah, lembaga agama, dan komunitas sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pengendalian tindakan klitih tidak efektif jika dilakukan secara parsial atau represif, melainkan memerlukan pendekatan holistik yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi rehabilitasi dan pencegahan berbasis nilai-nilai agama."^^ . "2026-01-21" . . . . "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . "FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . . . . . . . "NIM.: 23205021001"^^ . "Fuad Reza Pahlevi"^^ . "NIM.: 23205021001 Fuad Reza Pahlevi"^^ . . . . . . "SIGNIFIKANSI PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENGENDALIAN KENAKALAN REMAJA PADA PELAKU KLITIH DI BPRSR YOGYAKARTA (Text)"^^ . . . . . "23205021001_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"^^ . . . "SIGNIFIKANSI PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENGENDALIAN KENAKALAN REMAJA PADA PELAKU KLITIH DI BPRSR YOGYAKARTA (Text)"^^ . . . . "HTML Summary of #75624 \n\nSIGNIFIKANSI PERAN TOKOH AGAMA DALAM PENGENDALIAN KENAKALAN REMAJA PADA PELAKU KLITIH DI BPRSR YOGYAKARTA\n\n" . "text/html" . . . "297.64 Aktivitas Dakwah, Pembinaan, Penyuluhan Agama" . .