TY - THES N1 - Ui Ardaninggar Luhtitianti, M.A. ID - digilib75645 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75645/ A1 - Salimatur Rokhimah, NIM.: 21107020014 Y1 - 2025/12/16/ N2 - Penelitian ini membahas mengenai bagaimana pandangan Muhammadiyah yang dilihat melalui PC Muhammadiyah Kotagede terhadap tradisi ziarah di makam Raja-raja Mataram Islam di Kotagede. Berangkat dari Kotagede sebagai kota yang menyimpan jejak sejarah Mataram Islam dan dimakamkannya raja-raja Mataram Islam pertama di Kotagede sehingga ziarah menjadi tradisi yang sangat dijaga. Namun demikian setelah dakwah Muhammadiyah hadir di masyarakat Kotagede, terjadi perubahan pada praktik ziarah di Kotagede, dimana praktik ziarah lebih banyak dilakukan oleh warga dari luar Kotagede dan praktik tersebut menjadi salah satu wisata religi yang penting di Kotagede. Oleh karenanya, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pandangan Muhammadiyah terhadap tradisi ziarah di makam Raja Mataram Islam serta bagaimana respon masyarakat Kotagede terhadap tradisi ziarah yang ada di Makam Raja Mataram Islam Kotagede. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiologi agama, khususnya dalam memahami interaksi antara ajaran Islam modernis (Muhammadiyah) dengan tradisi ziarah yang ada di makam Raja Mataram Islam Kotagede. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan yang dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari tokoh Muhammadiyah, masyarakat lokal, abdi dalem serta pengunjung yang berziarah di makam Raja Mataram Kotagede. Keseluruhan informan berjumlah 10 orang. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menujukkan bahwa Muhammadiyah tidak menolak ataupun melarang tradisi ziarah. Namun tradisi ziarah yang mengandung unsur permohonan berkah dan tawasul tidak diperbolehkan dalam Muhammadiyah. Muhammadiyah melakukan rasionalisasi secara bertahap dengan menggeser orientasi dari praktik yang cenderung mengandung unsur magis dan mistis menuju praktik do'a dan refleksi atas kematian. Saat ini ziarah di Kotagede bersifat multivokal dimana ziarah masih berfungsi sebagai sarana permohonan berkah bagi sebagian masyarakat luar Kotagede sedangkan bagi masyarakat Kotagede makam Raja Mataram dipandang sebagai ruang wisata dan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi ziarah di makam Raja Mataram Kotagede merupakan arena dialektika antara agama, budaya dan dinamika sosial. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Muhammadiyah; ziarah; Kotagede; rasionalisai M1 - skripsi TI - PANDANGAN PC MUHAMMADIYAH KOTAGEDE DAN RESPON WARGA LOKAL TERHADAP FENOMENA ZIARAH DI MAKAM RAJARAJA MATARAM ISLAM KOTAGEDE AV - restricted EP - 176 ER -