eprintid: 75674 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/56/74 datestamp: 2026-02-27 06:54:31 lastmod: 2026-02-27 06:54:31 status_changed: 2026-02-27 06:54:31 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Dennis Mutiara, NIM.: 23200011069 title: STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER ispublished: pub subjects: 302.231 divisions: islam_nus full_text_status: restricted keywords: ukhti; slera; olfaktori; Twitter (X); bau note: Dr. Ahmad Fauzi, M.S.I abstract: Berdasarkan kacamata sosial, aroma memiliki posisi integral dalam konstruksi peradaban. Dalam hal ini, masyarakat cenderung sensitif dengan beberapa jenis aroma menusuk dan mengganggu yang dirangkum dalam kata bau. Meski tidak terinstitusi, bau menjadi alat klasifikasi simbolik yang nyata. Sifatnya yang abstrak turut mengukuhkan posisinya melewati batas ruang dan waktu, bahkan di ruang digital sekalipun seperti Twitter (X). Dalam ruang tersebut, beredar narasi stigmatis yang merujuk pada muslimah syar’i dengan sebutan ukhti dan posisi Muslimah syar’I dalam berbagai narasi disebut sebagai pembawa bau. Potret peristiwa ini memang bukan hal baru, tapi pesebarannya hingga ruang digital memunculkan pertanyaan berupa: (a). Bagaimana Twitter (X) menjadi medium ekspresi indrawi? (b) Mengapa pengalaman indrawi seperti bau yang seharusnya diverifikasi secara langsung mendapat legitimasi di ruang digital? (c) bagaimana bau menjadi instumen stigmatisasi? Merujuk pada data-data yang berhasil dikumpulkan dalam rentang satu tahun, tesis ini menunjukan bahwa sensasi indrawi yang sifatnya fisik seperti penciuman (olfaksi) dapat bertansformasi dalam ruang digital yang beroperasi secara simbolik dan diskursif yang umumnya digunakan sebagai medium ekspresi visual dan auditori. Dalam tesis ini, sensasi indrawi tersebut hadir sebagai atribut sosial yang direpresentasikan dan diekspresikan menggunakan narasi dan asosiasi kultural yang memungkinkan bau dihadirkan sebagai pengalaman bersama yang dikenali secara sosial. Validasi sensasi tersebut terjadi berdasarkan repetisi wacana, strategi bahasa, dan algoritma yang dibangun antar-pengguna sehingga stigma yang melekat berhasil dikukuhkan dengan membawa nilia sosial berupa moral, rasionalitas, hingga manifestasi kesalehan. Tesis ini juga menguatkan bahwa bau kerap berfungsi sebagai aktor yang berkontribusi pada praktik ekslusi melalui proses diskreditasi atribut sebagai mekanisme kuasa simbolik yang berperan dalam reproduksi ketimpangan sosial. date: 2025-12-01 date_type: published pages: 124 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: PASCASARJANA thesis_type: masters thesis_name: other citation: Dennis Mutiara, NIM.: 23200011069 (2025) STIGMATISASI BERBASIS OLFAKTORI TERHADAP MUSLIMAH SYAR’I DI TWITTER. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75674/1/23200011069_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75674/2/23200011069_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf