%0 Thesis %9 Masters %A Muhamad Solihul Huda, NIM.: 23200011059 %B PASCASARJANA %D 2025 %F digilib:75675 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K pekerjaan sosial; pemberdayaan masyarakat; pariwisata; Triple Bottom Line; Taman Tebing Breksi %P 184 %T DAMPAK PARIWISATA TAMAN TEBING BREKSI SLEMAN TERHADAP ASPEK EKONOMI, SOSIAL, DAN LINGKUNGAN MASYARAKAT LOKAL %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75675/ %X Penelitian ini mengkaji proses transformasi Taman Tebing Breksi dari kawasan bekas tambang menjadi destinasi wisata berbasis komunitas serta dampaknya terhadap masyarakat lokal dalam perspektif Pekerjaan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah pembentukan dan perkembangan Taman Tebing Breksi, serta dampak pariwisata terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat lokal. Pertanyaan penelitian meliputi: (1) bagaimana sejarah terbentuk dan proses perkembangan destinasi wisata Taman Tebing Breksi di Kabupaten Sleman; dan (2) bagaimana dampak perkembangan pariwisata Taman Tebing Breksi terhadap aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Penelitian ini berangkat dari argumen bahwa pariwisata di Taman Tebing Breksi tidak hanya merupakan aktivitas ekonomi, tetapi juga merupakan proses pemberdayaan masyarakat (community empowerment), penguatan kapasitas sosial, pengorganisasian komunitas (community organizing), serta advokasi kepentingan warga lokal dalam pengelolaan sumber daya. Kerangka Triple Bottom Line (TBL) digunakan sebagai alat analisis untuk membaca keseimbangan antara manfaat ekonomi (profit), kesejahteraan dan relasi sosial masyarakat (people), serta perlindungan lingkungan (planet) dalam praktik pembangunan berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Tebing Breksi berkembang melalui prakarsa masyarakat lokal yang didukung oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Pada aspek ekonomi, pariwisata membuka peluang pendapatan dan usaha mikro, meskipun masih terdapat kerentanan bagi pekerja informal. Pada aspek sosial, terjadi peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan lokal, partisipasi kolektif, serta inklusi sosial kelompok masyarakat dalam pengelolaan wisata. Pada aspek lingkungan, penghentian penambangan dan upaya konservasi meningkatkan kualitas ekologis kawasan, meskipun tekanan wisata masih menimbulkan risiko lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan Taman Tebing Breksi merupakan praktik Pekerjaan Sosial berbasis komunitas, di mana pariwisata berfungsi sebagai medium intervensi sosial untuk mendorong kesejahteraan dan keberlanjutan. %Z Prof. Dr. Azis Muslim, M.Pd.