%0 Book %A Hibana, - %A Waviq S. Vadilla, - %A Tissani Paramita Nanfitri, - %A Zulfa Khairati, - %A Khairiatul Nurwanti, - %A Irhamna, - %A Kusifatul Muna, - %A Nurlailatul Nikmah, - %A Febriyanti Aulia Maulida, - %A Elqy Nurdiana, - %A Irisya Nuruliyah, - %A Rani Fitrah Nadillah, - %A Dinda Lestari Wibowo, - %A Zavira Nisa Awanda Mulyo, - %A Asiah Ahmad Karim, - %A Putri Lolita Harahap, - %A Nurlaila Nilamsari, - %A Sri Kumala Husnah, - %C Yogyakarta %D 2026 %F digilib:75679 %I CV Pustaka Egaliter %K Model Pembelajaran, Anak Usia Dini, Praktik Transformatif PAUD %T Merancang Pembelajaran Bermakna untuk Anak Usia Dini (Model, Strategi, dan Praktik Transformasi PAUD) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75679/ %X Pendidikan anak usia dini merupakan landasan kritis dalam membangun kualitas manusia sejak dini. Pada masa ini, otak anak berkembang pesat dan mereka sangat peka terhadap stimulasi yang diberikan. Pembelajaran yang dirancang dengan tepat akan memberikan dampak jangka panjang terhadap kesiapan belajar, perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan kemampuan dasar anak. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang model pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak menjadi sangat penting bagi pendidik, orang tua, dan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan anak. Buku ini hadir sebagai upaya untuk memberikan panduan praktis dan konseptual mengenai model pembelajaran anak usia dini yang berpusat pada anak, kontekstual, dan bermakna. Prinsip pembelajaran melalui bermain, pendekatan holistik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan menjadi fondasi utama yang dijelaskan secara sistematis. Berbagai temuan penelitian terkini juga disajikan untuk memperkuat landasan ilmiah dari setiap model dan pendekatan yang direkomendasikan. Melalui buku ini, penulis berharap dapat mendukung para pendidik dan praktisi PAUD dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Pemahaman tentang teori konstruktivisme, sosiokultural, dan ekologi perkembangan diharapkan dapat membantu guru menciptakan interaksi belajar yang lebih bermakna serta responsif terhadap kebutuhan individual anak.