%0 Thesis %9 Masters %A Vivi Aniq Auvia Hidayani, NIM.: 23200012009 %B PASCASARJANA %D 2025 %F digilib:75680 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K difabel; perspektif berbasis kekuatan; risiko bencana %P 212 %T KEKUATAN DIFABEL DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA: ANALISIS STRENGTHS-BASED PERSPECTIVE PADA DIFABEL SIAGA BENCANA (DIFAGANA) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75680/ %X Persoalan difabel yang menjadi relawan bencana menjadi salah satu isu yang belum banyak dikaji. Hal ini didasarkan pada difabel yang masih seringkali diposisikan sebagai objek penerima bantuan dan pandangan belas kasihan pada isu kebencanaan. Di Yogyakarta terdapat organisasi relawan bencana pertama inklusif di Indonesia yang beranggotakan difabel. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dalam menganalisis difabel, faktor-faktor sumber kekuatan, dan dampak dari pemanfaatan potensi. Jenis penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan fenomenologi yang didukung oleh hasil wawancara mendalam, survei, dan observasi, serta berbagai sumber literatur perspektif kekuatan. Hasilnya menyimpulkan bahwa kemampuan mengelola masa lalu yang menyakitkan dan terlibat dalam organisasi relawan dapat menjadi sumber kekuatan difabel. Perspektif berbasis kekuatan oleh Dennis Salebeey berfokus pada kekuatan internal dan eksternal difabel. Secara internal kekuatan terwujud dalam kemampuan unik, fisik, dan sosial dengan dukungan keluarga dan resiliensi. Difabel juga memiliki faktor pencegah yang sekaligus menjadi ciri khas personal difabel. Keberadaan harapan memperkuat kapasitas mereka dengan memiliki impian dan visi masa depan. Aspek bahasa seperti penggunaan diksi dan budaya khususnya Jawa juga menjadi sumber kekuatan yang tidak bisa dipisahkan. Di sisi lain, kekuatan eksternal berhasil dimobilisasi difabel untuk berkolaborasi dalam PRB. Penelitian ini mengungkap jaringan kolaboratif yang setara dan partisipatif. Temuan penelitian ini secara keseluruhan menunjukan bahwa difabel melalui perspektif berbasis kekuatan dapat menjadi aktor perubahan yang memiliki kapasitas, nilai, dan daya kontribusi yang signifikan. Dengan adanya perspektif kekuatan dapat dijadikan penuntun berbagai pihak dalam melihat sisi lain difabel yang positif dan subjek aktif dalam PRB. %Z Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.Si.