eprintid: 75681 rev_number: 11 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/56/81 datestamp: 2026-03-02 05:53:15 lastmod: 2026-03-02 05:53:15 status_changed: 2026-03-02 05:53:15 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Zeni Ayu Ariani, NIM.: 23200011029 title: PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA: NEGOSIASI NILAI AGAMA, BUDAYA, DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI TK PEMBINA MENDAHARA ULU JAMBI ispublished: pub subjects: 362.7. subjects: 372.21 divisions: isl_gen full_text_status: restricted keywords: feminisme;HKSR; peran keluarga; informasi seksual dan reproduksi note: Dr. Phil. Dewi Candraningrum, M.A. abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru dan orang tua memaknai pendidikan seksualitas anak usia dini dalam konteks sosial budaya yang masih menempatkan seksualitas sebagai isu tabu, serta menjelaskan bagaimana prinsip Feminisme Islam dan HKSR dapat digunakan untuk membaca dan menafsirkan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi-feministik, yang berupaya memahami pengalaman dan makna yang dibentuk oleh guru serta orang tua dalam mendidik anak tentang tubuh, privasi, dan perlindungan diri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat guru dan empat orang tua di TK Pembina Mendahara Ulu Jambi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang progresif terhadap pentingnya pendidikan seksualitas anak usia dini. Mereka memandang pendidikan ini sebagai bagian dari pendidikan moral dan sosial untuk mengenalkan tubuh, batas privasi, serta melatih keberanian anak untuk berkata ―tidak‖. Guru menggunakan pendekatan kreatif berbasis nilai keagamaan dan budaya lokal seperti lagu, cerita, dan permainan peran yang sejalan dengan prinsip HKSR: hak atas informasi, perlindungan, dan integritas tubuh. Sementara itu, sebagian besar orang tua mendukung pendidikan seksualitas sebagai bentuk proteksi anak dari kekerasan seksual, meskipun masih terdapat kekhawatiran akan ―kebablasan‖ dan rasa tabu yang kuat. Dari perspektif Feminisme Islam, guru dan ibu berperan sebagai agen moral dan spiritual yang melakukan ijtihad sosial, menafsirkan kembali nilai-nilai Islam agar lebih berkeadilan terhadap anak dan tubuh manusia. Pendidikan seksualitas di TK Pembina menjadi praktik pendidikan seksualitas berbasis nilai agama yang kontekstual, religius, dan adil gender. Meskipun masih terdapat kendala berupa ketiadaan panduan resmi dan resistensi budaya, praktik ini telah membuka ruang emansipatif bagi pendidikan anak usia dini yang berpihak pada perlindungan dan martabat manusia. date: 2025-12-17 date_type: published pages: 145 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: PASCASARJANA thesis_type: masters thesis_name: other citation: Zeni Ayu Ariani, NIM.: 23200011029 (2025) PENDIDIKAN SEKSUALITAS ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA: NEGOSIASI NILAI AGAMA, BUDAYA, DAN HAK KESEHATAN REPRODUKSI DI TK PEMBINA MENDAHARA ULU JAMBI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75681/1/23200011029_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75681/2/23200011029_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf