%0 Thesis %9 Masters %A Salsabila Guspayane, NIM.: 23200011041 %B PASCASARJANA %D 2026 %F digilib:75682 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K instagram; digital marketing; AISAS; PEVITA %P 200 %T PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI SARANA DIGITAL MARKETING PADA PERPUSTAKAAN ALTERNATIF WILAYAH SELATAN (PEVITA) YOGYAKARTA BERDASARKAN TEORI AISAS %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75682/ %X Perkembangan media sosial mendorong perpustakaan untuk terus beradaptasi dalam strategi pemasaran digital agar keterlibatan pemustaka dapat meningkat. Salah satu platform yang banyak dimanfaatkan adalah instagram, karena sifatnya yang visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) dan refleksinya dalam pemanfaatan instagram sebagai sarana digital marketing pada Perpustakaan Alternatif Wilayah Selatan (PEVITA) Yogyakarta. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan pustakawan pengelola akun dan pemustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan AISAS telah diterapkan dalam pemanfaatan Instagram PEVITA dan membentuk alur interaksi pemustaka secara utuh. Tahap attention dibangun melalui pengelolaan visual konten, format konten, jadwal unggah, serta kolaborasi yang mampu menarik perhatian sekaligus membangun keterhubungan emosional. Tahap interest dipelihara melalui konten berbasis aktivitas dan literasi, konsistensi unggahan, adaptasi tren, serta interaksi sosial dengan pemustaka. Tahap search didukung optimasi bio, linktree, highlight, caption informatif, hashtag, dan responsivitas admin untuk memudahkan pencarian informasi. Tahap action terlihat dari keterlibatan nyata pemustaka, seperti kunjungan, partisipasi kegiatan, dan pendaftaran layanan, dipicu konten pengalaman, testimoni, call to action, dan story reminder. Tahap share berlangsung secara sukarela ketika pemustaka membagikan pengalaman dan informasi PEVITA. Refleksi dari temuan ini menunjukkan bahwa tahap search menjadi tahapan yang paling optimal karena Instagram dimanfaatkan sebagai sumber informasi yang lengkap, terstruktur, mudah diakses, dan dipercaya, sehingga mendukung proses pengambilan keputusan pemustaka. Tahap action ditunjukkan melalui kunjungan berulang dan partisipasi pemustaka dalam kegiatan literasi, yang menjadikan Instagram sebagai penghubung antara ruang digital dan pengalaman luring. Sementara itu, tahap share ditandai dengan perilaku berbagi pengalaman dan informasi, namun belum berjalan secara optimal karena masih bergantung pada inisiatif personal pemustaka dan belum dikelola secara strategis. %Z Dr. Syifaun Nafisah, S.T., MT