<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "MAKNA SIMBOLIK RIYADHAH DALAM TRADISI PESANTREN (Studi Kasus Asrama Pusat Pondok Pesanren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta)"^^ . "Penelitian ini mengkaji makna dan pengamalan riyadhah dalam kehidupan santri Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) serta implikasinya terhadap pembentukan disposisi religius, kedisiplinan sosial, dan etos keilmuan santri. Berangkat dari asumsi bahwa riyadhah tidak hanya dimaknai sebagai praktik asketis individual, penelitian ini berupaya menunjukkan perluasan makna riyadhah sebagai laku spiritual-intelektual yang terintegrasi dalam kehidupan sosial pesantren. Fokus penelitian diarahkan pada praktik jama’ah dan muthola’ah sebagai bentuk riyadhah utama yang diwariskan oleh KH. Asyhari Marzuqi dan direproduksi dalam tradisi keilmuan PPNU.\r\nPenelitian ini menggunakan teori Kebudayaan-Agama Clifford Geertz untuk memahami makna simbolik riyadhah di pesantren, dan menghubungkannya dengan teori pesantren sebagai sub-kultur oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk mendalami aspek sosiologis dari budaya-budaya yang berada di pesantren. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dengan santri, ustadz dan alumni PPNU, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan pesantren. pemilifan informan menggunakan metode purposive sampling Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan analisis tematik untuk mengungkap pola makna riyadhah dan dampaknya terhadap pembentukan perilaku santri.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa riyadhah di PPNU tidak mengalami perubahan makna, karena sejak berdirinya pesantren, makna simbolik pesantren adalah praktik yang mmengutamakan konsistensi belajar dan kebersamaan. Praktik jama’ah membentuk disiplin sosial santri melalui kesadaran kolektif, kepedulian sosial, dan tanggung jawab. Sementara itu, muthola’ah berfungsi sebagai riyadhah intelektual yang menumbuhkan etos belajar, ketekunan, dan orientasi keberhasilan akademik. Kepemimpinan kharismatik dan moderat KH. Asyhari Marzuqi berperan penting dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut melalui keteladanan dan fleksibilitas kebijakan pesantren.\r\nPenelitian ini menyimpulkan bahwa riyadhah di Asrama Pusat Pondok Pesantren Nurul Ummah berfungsi sebagai sistem simbolik yang membentuk perilaku religius, intelektual, dan sosial santri. Melalui riyadhah jasmaniyah dan ruhaniyah, nilai-nilai seperti jama’ah, muthola’ah, istiqomah, dan khidmah terinternalisasi secara non-koersif melalui keteladanan kyai dan tradisi keilmuan pesantren. Praktik ini tidak hanya melahirkan kesalehan individual, tetapi juga membangun kesalehan sosial dan keberlanjutan budaya keilmuan pesantren."^^ . "2025-12-31" . . . . "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . "FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . . . . . . . "NIM.: 21105040025"^^ . "Faza Izzat Thoriqi"^^ . "NIM.: 21105040025 Faza Izzat Thoriqi"^^ . . . . . . "MAKNA SIMBOLIK RIYADHAH DALAM TRADISI PESANTREN (Studi Kasus Asrama Pusat Pondok Pesanren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta) (Text)"^^ . . . . . "21105040025_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"^^ . . . "MAKNA SIMBOLIK RIYADHAH DALAM TRADISI PESANTREN (Studi Kasus Asrama Pusat Pondok Pesanren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta) (Text)"^^ . . "HTML Summary of #75695 \n\nMAKNA SIMBOLIK RIYADHAH DALAM TRADISI PESANTREN (Studi Kasus Asrama Pusat Pondok Pesanren Nurul Ummah, Kotagede, Yogyakarta)\n\n" . "text/html" . . . "306.6 Sosiologi - Agama" . .