%0 Thesis %9 Skripsi %A Mohammad Rifky Ariesta, NIM.: 20105040082 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:75696 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K kritik film; tokoh film; sinematrografi; jilbab %P 88 %T REPRESENTASI AGAMA DALAM FILM TANDA TANYA KARYA HANUNG BRAMANTYO %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75696/ %X Penelitian ini mengkaji representasi agama Islam dalam film Tanda Tanya (?) karya Hanung Bramantyo dengan perspektif sosiologi agama. Latar belakang penelitian ini bertolak dari realitas sosial Indonesia sebagai masyarakat majemuk yang masih diwarnai oleh berbagai bentuk intoleransi dan konflik berbasis agama. Film dipahami sebagai teks budaya yang tidak hanya merefleksikan realitas sosial, tetapi juga mengonstruksi makna tentang agama, identitas, dan relasi sosial. Oleh karena itu, film Tanda Tanya (?) dipandang relevan sebagai medium untuk menelaah bagaimana Islam direpresentasikan serta bagaimana nilai-nilai keagamaan bekerja dalam membentuk tindakan sosial tokoh di tengah kehidupan masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif. Data primer diperoleh dari adegan, dialog, dan simbol visual dalam film Tanda Tanya (?), sedangkan data sekunder berasal dari literatur teori dan penelitian terdahulu. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall untuk membaca makna denotatif dan konotatif simbol-simbol keagamaan, serta teori tindakan sosial Max Weber untuk menganalisis agama sebagai motif tindakan sosial tokoh. Melalui pendekatan ini, agama dipahami tidak hanya sebagai sistem kepercayaan, tetapi juga sebagai sumber nilai yang terinternalisasi dan memengaruhi orientasi tindakan dalam relasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tanda Tanya (?) merepresentasikan Islam sebagai agama yang berorientasi pada nilai kemanusiaan, toleransi, empati, profesionalisme, dan pengorbanan moral. Representasi tersebut tampak melalui simbol keagamaan, praktik keseharian tokoh Muslim, serta tindakan sosial yang diarahkan pada perlindungan dan solidaritas lintas iman. Analisis tindakan sosial menunjukkan bahwa nilai agama bekerja sebagai motif yang membentuk tindakan tradisional, afektif, rasional instrumental, dan berorientasi nilai sesuai dengan tipologi Max Weber. Dengan demikian, film ini mengonstruksi Islam sebagai identitas religius yang hidup dalam praktik sosial dan pilihan moral tokoh, sekaligus menegaskan peran media film sebagai sarana pembentukan wacana toleransi dan pluralisme dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. %Z Erham Budi Wiranto, S.Th.I., M.A.