TY - THES N1 - Asrul, M.Hum. ID - digilib75700 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75700/ A1 - Ivena Andrea Rizka, NIM.: 22105050076 Y1 - 2025/12/19/ N2 - Penelitian ini mengkaji kontekstualisasi hadis-hadis tentang pembagian waris antara laki-laki dan perempuan dalam kerangka sistem waris matrilineal masyarakat Minangkabau. Kajian dilakukan dengan pendekatan ma??n? al-?ad?? melalui teori double movement Fazlur Rahman, yaitu memahami hadis berdasarkan konteks sosial historisnya, kemudian menarik nilai moral universalnya untuk diterapkan dalam konteks sosial yang berbeda. Hadis-hadis utama tentang waris ditelusuri melalui proses takhrij, dianalisis kualitas sanad dan matannya, serta dikaji maknanya secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan pembagian waris dalam hadis pada masa Nabi tidak semata-mata berbasis perbedaan gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial-ekonomi laki-laki dalam struktur masyarakat Arab saat itu. Nilai moral universal yang dapat ditarik dari hadis tersebut adalah keadilan, perlindungan terhadap pihak rentan, dan keseimbangan sosial. Ketika nilai ini dikontekstualisasikan pada masyarakat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, ditemukan bahwa praktik pembagian pusaka tinggi kepada perempuan dan pusaka rendah berdasarkan faraidh tidak bertentangan dengan spirit hadis, melainkan merupakan bentuk penerapan nilai keadilan yang sesuai dengan struktur sosial masyarakat setempat. Penelitian ini menegaskan bahwa hadis waris dapat dipahami secara kontekstual tanpa kehilangan nilai normatifnya, serta menunjukkan bahwa pendekatan double movement efektif digunakan dalam memahami hadis dalam realitas sosial budaya yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan pembagian waris dalam hadis tidak semata-mata didasarkan pada perbedaan gender, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab sosial-ekonomi dalam struktur keluarga pada masa Nabi. Melalui pendekatan double movement Fazlur Rahman, makna moral universal hadis dapat dipahami sebagai prinsip keadilan, perlindungan pihak rentan, dan keseimbangan sosial. Ketika prinsip ini dikontekstualisasikan dalam sistem waris matrilineal Minangkabau, ditemukan bahwa praktik pembagian pusaka tinggi kepada perempuan dan pusaka rendah berdasarkan faraidh tidak bertentangan dengan spirit hadis, melainkan merupakan bentuk penerapan nilai keadilan yang sesuai dengan struktur sosial yang berbeda. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - contextualization of hadith; inheritance; matrilineal system; double movement; Minangkabau. M1 - skripsi TI - KONTEKSTUALISASI HADIS WARIS DALAM SISTEM MATRILINEAL (ANALISIS TEORI DOUBLEMOVEMENT FAZLUR RAHMAN) AV - restricted EP - 123 ER -