<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi"^^ . "Isu lingkungan saat ini semakin menjadi perhatian\r\nberbagai kalangan, bukan hanya kalangan pegiatberbagai kalangan, bukan hanya kalangan pegiat\r\nlingkungan sendiri, melainkan juga berbagai pihaklingkungan sendiri, melainkan juga berbagai pihak\r\nyang memiliki kepedulian terhadap krisis lingkun-yang memiliki kepedulian terhadap krisis lingkun-\r\ngan dewasa ini. Fakta memperlihatkan bahwagan dewasa ini. Fakta memperlihatkan bahwa\r\nekologi menjadi perhatian dari berbagai kalangan,ekologi menjadi perhatian dari berbagai kalangan,\r\nseperti pemerintah, masyarakat, pecinta alam,seperti pemerintah, masyarakat, pecinta alam,\r\nhingga para ilmuwan. Di beberapa tempat, pas-hingga para ilmuwan. Di beberapa tempat, pas-\r\nangan yang akan melangsungkan pernikahanangan yang akan melangsungkan pernikahan\r\nwajib membawa pohon untuk ditanam sebagaiwajib membawa pohon untuk ditanam sebagai\r\nbagian dari gerakan ekoteologi. Kementerianbagian dari gerakan ekoteologi. Kementerian\r\nAgama Republik Indonesia bahkan meresponsAgama Republik Indonesia bahkan merespons\r\nisu ini dengan gagasan ekoteologi. Ekoteologiisu ini dengan gagasan ekoteologi. Ekoteologi\r\nmenekankan pendekatan ataupun bahasa agamamenekankan pendekatan ataupun bahasa agama\r\ndalam upaya menjaga lingkungan. Sebagaimanadalam upaya menjaga lingkungan. Sebagaimana\r\ndikemukakan Menteri Agama, Prof. Nasaruddindikemukakan Menteri Agama, Prof. Nasaruddin\r\nUmar, “Bahasa agama itu menyentuh hati. KetikaUmar, “Bahasa agama itu menyentuh hati. Ketika\r\nmasyarakat memahami bahwa merusak lingkun-masyarakat memahami bahwa merusak lingkun-\r\ngan adalah dosa dan menjaga alam berpahala,gan adalah dosa dan menjaga alam berpahala,\r\ntingkat kesadaran mereka jauh lebih terpelihara.”tingkat kesadaran mereka jauh lebih terpelihara.”\r\nBerkaitan dengan hal ini, Pak Menteri menggam-Berkaitan dengan hal ini, Pak Menteri menggam-\r\nbarkan agama sebagai energi besar yang harusbarkan agama sebagai energi besar yang harus\r\ndiarahkan untuk menciptakan harmoni antaradiarahkan untuk menciptakan harmoni antara\r\nmanusia dan alam. Alih-alih sebagai sumbermanusia dan alam. Alih-alih sebagai sumber\r\nketakutan, agama justru menjadi perekat,ketakutan, agama justru menjadi perekat,\r\npenenang, penyemangat, sekaligus motivatorpenenang, penyemangat, sekaligus motivator\r\nuntuk melakukan perbaikan lingkungan.untuk melakukan perbaikan lingkungan"^^ . "2025-12" . . "4" . . "IAIN Kudus"^^ . . . "Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan"^^ . . . "2354617424769649" . . . . . . . "-"^^ . "H. Ahmad Baidowi"^^ . "- H. Ahmad Baidowi"^^ . . . . . . "Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi (Text)"^^ . . . . . "Perspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi.pdf"^^ . . "HTML Summary of #75740 \n\nPerspektif Tafsir Al Qur'an tentang Ekoteologi\n\n" . "text/html" . . . "Tafsir Al-Qur'an" . .