relation: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75754/ title: KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR: STUDI KASUS DI DESA SOBOKERTO, KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN BOYOLALI creator: Muhammad Nibros Hammam, S.H, NIM.: 23203012007 subject: 297.577 Hukum Keluarga Islam, Bimbingan Pernikahan, Poligami, Perceraian, Iddah, Pengasuhan Anak) description: Pernikahan di bawah umur masih menjadi fenomena yang terus berlangsung di berbagai wilayah Indonesia meskipun pemerintah telah menaikkan batas minimal usia perkawinan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Praktik ini umumnya dikaitkan dengan rendahnya kesiapan psikologis, ekonomi, dan sosial pasangan, sehingga sering dihubungkan dengan rendahnya ketahanan keluarga serta tingginya risiko perceraian. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya selaras dengan realita yang ditemukan di Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, di mana sejumlah pasangan yang menikah di bawah umur justru mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka. Fenomena ini menjadi paradoks yang menarik untuk diteliti lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ketahanan keluarga pada pasangan pernikahan di bawah umur di Desa Sobokerto serta mengidentifikasi strategi yang digunakan untuk mempertahankan keberlangsungan rumah tangga, termasuk dukungan pemerintah Desa dan lembaga terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris-psikologis dengan jenis data kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang menikah di bawah umur, sedangkan data sekunder dihimpun dari literatur dan dokumen pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka teori family resilience Froma Walsh serta teori resiliensi psikologis Hendriani, dan dilengkapi dengan indikator ketahanan keluarga dalam Permen PPPA No. 6 Tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga pada pasangan pernikahan di bawah umur tidak hanya ditentukan oleh usia atau kesiapan awal saat menikah. Ketahanan tersebut justru banyak terbentuk melalui proses adaptasi yang dijalani pasangan dari waktu ke waktu, dukungan keluarga besar, penguatan nilainilai religius, serta pola komunikasi yang terus berkembang dalam kehidupan rumah tangga. Penelitian ini melibatkan empat pasangan informan, dan dari jumlah tersebut terdapat tiga pasangan yang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Pasangan yang bertahan umumnya menunjukkan kemampuan untuk menyesuaikan peran, mengelola emosi dengan cukup baik, memiliki harapan terhadap masa depan keluarga, serta menyelesaikan persoalan secara bersama-sama. Dukungan dari orang tua, lingkungan sekitar, dan program pemerintah desa turut membantu menjaga keberlangsungan rumah tangga mereka. Meski demikian, pasangan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain tekanan ekonomi, proses penyesuaian peran dalam rumah tangga, serta minat untuk melakukan perkembangan keahlian, yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. date: 2025-12-23 type: Thesis type: NonPeerReviewed format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75754/1/23203012007_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf format: text language: id identifier: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75754/2/23203012007_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf identifier: Muhammad Nibros Hammam, S.H, NIM.: 23203012007 (2025) KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN PERNIKAHAN DI BAWAH UMUR: STUDI KASUS DI DESA SOBOKERTO, KECAMATAN NGEMPLAK, KABUPATEN BOYOLALI. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.