TY - THES N1 - Bustanul Arifien Rusydi, M.H. ID - digilib75761 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75761/ A1 - Fakhriyati Ariqoh, NIM.: 22103050063 Y1 - 2026/01/15/ N2 - Perempuan penyandang disabilitas merupakan kelompok yang rentan mengalami diskriminasi dan kekerasan, terutama kekerasan seksual. Meskipun telah adanya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perlindungan terhadap perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai kendala. Keluarga sebagai lingkungan terdekat berperan penting dalam memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap perempuan penyandang disabilitas. Namun, kasus yang terdapat dalam Penetapan Pengadilan Agama Bantul Nomor 100/Pdt.P/2025/PA. Btl menunjukkan bahwa pelaksanaan peran keluarga belum berjalan secara maksimal dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan penyandang disabilitas fisik dan intelektual yang mengalami kekerasan seksual berulang yang mengakibatkan kehamilan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana peran keluarga dijalankan serta bagaimana peran tersebut dinilai dalam perspektif hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan sifat penelitian deskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu normatif sosiologis dan analisis data menggunakan kualitatif dengan metode induktif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Kerangka teori yang digunakan adalah teori peranan keluarga untuk menganalisis pelaksanaan peranan keluarga dan teori maqashid syari?ah sebagai pisau analisis dalam menilai kesesuaian peran keluarga dengan tujuan syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga perempuan penyandang disabilitas dalam perkara Penetapan Pengadilan Agama Bantul Nomor 100/Pdt.P/2025/PA. Btl telah menjalankan peran dasarnya, terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup, pendampingan layanan kesehatan, pengawasan, serta pengasuhan dan perlindungan terhadap anak-anak. Namun, perlindungan tersebut belum bersifat preventif dan belum efektif mencegah terjadinya kekerasan seksual berulang. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal berupa kondisi disabilitas korban serta faktor eksternal seperti keterbatasan ekonomi keluarga, lingkungan tempat tinggal, beban psikologis keluarga, dan minimnya layanan kesehatan. Dalam perspektif hukum Islam, peran keluarga telah mencerminkan implementasi maqashid syari?ah melalui prinsip ?if? an-nafs dan ?if? al-nasl, tetapi belum terlaksana secara optimal sehingga belum sepenuhnya mewujudkan kemaslahatan bagi perempuan penyandang disabilitas. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - family role; women with disabilities; Islamic Law M1 - skripsi TI - TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PERAN KELUARGA DALAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN PENYANDANG DISABILITAS (STUDI KASUS PADA PENETAPAN PENGADILAN AGAMA BANTUL NOMOR 100/PDT.P/2025/PA. BTL) AV - restricted EP - 128 ER -