%0 Thesis %9 Skripsi %A Malia Anisa Fitri, NIM.: 22104010102 %B FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN %D 2026 %F digilib:75810 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Integrasi Sains dan Agama, Mata Kuliah Islam dan Sains, Pemahaman Konsep %P 215 %T PENGARUH PENERAPAN MATA KULIAH ISLAM DAN SAINS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DI KALANGAN MAHASISWA PAI %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75810/ %X Pendidikan Islam bertujuan membentuk insān kāmil yang seimbang secara intelektual, spiritual, moral, dan emosional melalui kesatuan ilmu pengetahuan dan agama, namun masalah dikotomi keilmuan masih ditemukan keilmuan di kalangan mahasiswa Muslim, termasuk di UIN Sunan Kalijaga. Padahal perguruan tinggi ini telah mengembangkan paradigma integrasi-interkoneksi sebagai dasar pengembangan keilmuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat pemahaman konsep integrasi sains dan agama mahasiswa PAI serta menguji pengaruh penerapan mata kuliah Islam dan Sains terhadap pemahaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain komparatif pada kelompok yang sama sebelum dan sesudah perkuliahan. Adapun subjek penelitian adalah mahasiswa PAI angkatan 2025 kelas A dan B sebanyak 85 mahasiswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pemahaman konsep integrasi sains dan agama menggunakan instrumen Quizlamic Science yang dirancang langsung oleh peneliti dan telah melalui berbagai tahapan uji kelayakan instrumen. Analisis data dilakukan menggunakan statistik hipotetik dengan kategorisasi berdasarkan Azwar. Uji perbedaan menggunakan wilcoxon signed rank test dan paired sample t-test, sedangkan besaran pengaruh dianalisis melalui effect size Hedges’ g dan nilai r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman integrasi sains dan agama mahasiswa PAI berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Secara umum, tidak terdapat perbedaan pemahaman yang signifikan antara sebelum dan sesudah perkuliahan (Wilcoxon Z = –0,900; p = 0,368). Namun, analisis lanjutan berdasarkan tingkat pemahaman awal menunjukkan peningkatan signifikan dengan efek besar pada mahasiswa dengan pemahaman awal sangat rendah hingga tinggi (n = 30; paired t-test p < 0,001; Hedges’ g = 0,813), sementara mahasiswa dengan pemahaman awal sangat tinggi mengalami penurunan dengan efek kecil setelah perkuliahan (Wilcoxon Z = –2,996; p = 0,003; r = 0,40). %Z Sri Purnami, S.Psi., M.A.