<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "REINTERPRETASI MAKNA TAWAKAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI DAN RELEVANSINYA DENGAN ISU KEMISKINAN KULTURAL"^^ . "Tawakal dalam penafsiran klasik dipahami secara teosentris dimana lebih menitikberatkan konsep tawakal dalam ranah keimananan dan tidak menyentuh aspek sosial. Melihat realita yang ada, tawakal sering dipahami parsial, pasrah tanpa diiringi usaha aktif. Pemahaman ini dapat menimbulkan pemikiran fatalistik dalam masyarakat, terutama di tengah realitas kemiskinan kultural yang ditandai dengan pola pikir menyerah pada keadaan. Kondisi ini menyebabkan kurangnya semangat usaha, dan rendahnya daya inovasi, sehingga menghambat proses perubahan sosial menuju kesejahteraan. Dalam konteks ini, pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual seperti tawakal dalam Al-Qur'an menjadi sangat relevan sebagai solusi pembebesan kemiskinan kultural.\r\nPenelitian ini akan mengkaji kembali makna tawakal dalam Al-Qur’an agar lebih relevan dengan masa kini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model deskriptif analitis. Pendekatan utama yang digunakan adalah Tafsir Maqasidi, yang fokus pada tujuan (maqasid) ayat. Fokus penelitian adalah interpretasi makna tawakal pada tafsir klasik, mengapa penting melakukan reinterpretasi serta reinterpretasi makna tawakal dengan Tafsir Maqasidi, penggalian aspek maqasid dalam ayat-ayat tawakal, serta menawarkan tawakal integratif yang dapat digunakan sebagai pembebas kemiskinan.\r\nHasil penelitian ini adalah; Pertama, dalam penafsiran klasik tawakal dipahami secara teosentris. Penafsiran ini memberikan dampak yang kuat dalam membentuk individu yang selalu bersandar kepada Allah. Namun, cenderung kurang mengeksplorasi peran aktif manusia dalam menentukan nasib dan masa depannya, sehingga dapat memunculkan pola pikir pasif dalam konteks sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kedua, urgensi reinterpretasi tawakal adalah perlunya menggeser paradigma dari teosentris menuju antroposentris, terdapat pengaruh teologi jabariyah dan qadariyah, serta menjawab isu kemiskinan kultural yang ada di masa kini. Ketiga, makna tawakal mengandung berbagai aspek maqashidi, yakni hifz al-nafs (tawakal sebagai mekanisme ketenangan jiwa), hifz al-mal (tawakal sebagai penggerak semangat berusaha dan menjaga harta), hifz al-‘aql (tawakal sebagai penguat rasionalitas dan usaha), hifz ad-din (tawakal sebagai wujud keimanan) serta hifz} ad-daulah (tawakal sebagai semangat kolektif untuk menjaga kesejahteraan dan tatanan masyarakat) Selain itu, terdapat relevansi pemahaman terkait tawakal dengan isu kemiskinan kultural. Tawakal yang benar dapat menggeser paradigma kemiskinan sebagai takdir menjadi kemiskinan sebagai tantangan yang harus diatasi. Dengan pemahaman bahwa tawakal mencakup usaha maksimal, doa, dan penyerahan diri, umat Islam terdorong untuk aktif mengatasi keterbatasan ekonomi dan sosial. Tawakal integratif dapat menjadi landasan spiritual untuk menolak pola pikir “nrimo” serta menjadi inner power bagi individu untuk membangun etos semangat bekerja dan memiliki ketahanan mental."^^ . "2025-06-16" . . . . "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . "FAKULTAS USHULUDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . . . . . . . "NIM.: 23205031028"^^ . "Zumma Nihayatun Nafi’ah"^^ . "NIM.: 23205031028 Zumma Nihayatun Nafi’ah"^^ . . . . . . "REINTERPRETASI MAKNA TAWAKAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI DAN RELEVANSINYA DENGAN ISU KEMISKINAN KULTURAL (Text)"^^ . . . . . "23205031028_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"^^ . . . "REINTERPRETASI MAKNA TAWAKAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI DAN RELEVANSINYA DENGAN ISU KEMISKINAN KULTURAL (Text)"^^ . . "HTML Summary of #75815 \n\nREINTERPRETASI MAKNA TAWAKAL DALAM AL-QUR’AN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASIDI DAN RELEVANSINYA DENGAN ISU KEMISKINAN KULTURAL\n\n" . "text/html" . . . "297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir" . .