@phdthesis{digilib75820, month = {February}, title = {PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) UNTUK MENGANALISIS KEMAMPUAN MULTIPEL REPRESENTASI KIMIA PESERTA DIDIK PADA MATERI SEL ELEKTROLISIS}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22104060042 Yusri Hajjo Dwipa}, year = {2026}, note = {Setia Rahmawan, M.Pd.}, keywords = {Tes Diagnostik, Predict-Observe-Explain (POE), Multipel Representasi, Sel Elektrolisis, Model Tessmer}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75820/}, abstract = {Pembelajaran kimia sering dihadapkan pada permasalahan kompleksitas konsep yang bersifat abstrak, sehingga menyulitkan peserta didik dalam membangun pemahaman konseptual yang utuh. Kondisi ini semakin diperkuat oleh keterbatasan guru dalam mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik secara mendalam, khususnya terkait keterpaduan representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Salah satu materi kimia yang menuntut kemampuan multipel representasi secara optimal adalah sel elektrolisis, karena konsepnya melibatkan proses yang tidak dapat diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi instrumen tes diagnostik berbasis Predict-Observe-Explain (POE) untuk menganalisis kemampuan multipel representasi kimia peserta didik pada materi sel elektrolisis. Model pengembangan yang digunakan adalah Tessmer Formative Evaluation melalui tahap preliminary, self-evaluation, prototyping (expert review, one-to-one, small group), dan field test. Subjek penelitian melibatkan 50 peserta didik kelas XII salah satu SMA/MA di Yogyakarta dengan kemampuan kognitif beragam. Hasil validasi menunjukkan nilai Content Validity Index (CVI) dan Content Validity Ratio (CVR) sebesar 1.00, menandakan validitas isi sangat tinggi. Analisis reliabilitas menggunakan model Rasch menghasilkan Cronbach?s Alpha 0.93, Person Reliability 0.88, dan Item Reliability 0.87, yang menunjukkan konsistensi internal sangat baik. Distribusi kemampuan peserta didik berada pada kategori tinggi (18\%) mampu mengintegrasikan ketiga representasi secara konsisten, sedang (48\%) dapat menghubungkan sebagian besar representasi dengan baik, dan rendah (34\%) masih belum bisa mengintegrasikan ketiga level representasi. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa instrumen POE efektif sebagai alat diagnostik yang tidak hanya mengukur penguasaan konsep, tetapi juga menilai keterpaduan representasi kimia secara komprehensif serta memperkuat peran asesmen diagnostik berbasis representasi ganda dalam menumbuhkan chemical reasoning abad ke-21 dan kontribusi praktis terhadap pengembangan evaluasi pembelajaran kimia yang reflektif dan kontekstual.} }