%0 Thesis %9 Skripsi %A Nurul Hasanah, NIM.: 22105050075 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:75849 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K hadis; ibu; kesetaraan gender %P 99 %T PEMAHAMAN HADIS TENTANG PERAN IBU (Telaah Tematik dan Pengaruhnya Terhadap Kesetaraan Gender) %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75849/ %X Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan nyata yang masih marak bahkan di lingkungan sosial kontemporer. Kesetaraan gender menjadi masalah yang sangat fundamental untuk dibahas, khususnya dalam penelitian ini yang mengangkat tema tentang perempuan dan perannya sebagai ibu dalam wilayah publik dan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman terhadap hadis tentang martabat ibu dan implikasinya terhadap kesetaraan gender. Penelitian ini merupakan penelitian ma’anil hadis dengan menggunakan metode Tafsir Maudhu’I yang dikemukakan oleh Abdul Hayy al-Farmawi, meskipun beliau tokoh tafsir tapi metode tersebut sejalan dengan penelitian ini yaitu penelitian hadis tematik. Hadis utama yang menjadi objek penelitian ini adalah HR. Bukhari, No. 5971 bab Birrun. Terlaksananya penelitian ini yang kemudian menunjukkan kedudukan dan kualitas hadis utama sebagai hadis masyhur yang diriwayatkan oleh lebih dari dua perawi pada setiap tingkatan, namun tidak mencapai derajat mutawatir. Hadis tentang martabat ibu hadir pada masa dimana perempuan begitu tidak diperhitungkan dalam ranah apapun. Hadis ini menjadi dasar bagi umat islam terdahulu untuk menghormati perempuan sebagai seorang ibu atas pengorbanan biologisnya. Seiring waktu berjalan pemahaman hadis martabat ibu menjadi lebih dinamis, fleksibel, dan tidak kaku. Peran perempuan saat ini tidak hanya diranah domestic, perempuan membuktikan potensinya dengan tetap menggenggam erat perannya dalam rumah tangga. Ibu saat ini tidak hanya terlibat dalam pengasuhan anak, tapi juga dalam ranah Pendidikan, ekonomi, dan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemahaman kontektual terhadap hadis mampu memjadi pondasi yang mendukung penguatan peran perempuan secara adil dan proporsional. laki-laki dan perempuan mulia dalam perannya masing-masing. pemaknaannya tidak lagi berhenti pada ajaran normatif etik semata, tetapi berkembang menjadi pemahaman yang komprehensif dan kontekstual. Hadis tersebut tidak hanya dipahami sebagai kewajiban moral anak untuk berbakti kepada ibu, melainkan juga sebagai pengakuan Islam terhadap nilai, peran, dan kontribusi ibu dalam kehidupan sosial. %Z Latif Rifa’i, S.Th.I., M.Hum.