<> "The repository administrator has not yet configured an RDF license."^^ . <> . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI"^^ . "Pemahaman terhadap hadis yang melarang istri membelanjakan hartanya sendiri\r\nselama ini sering berhenti pada makna lahiriah teks. Akibatnya, izin suami kerap\r\ndiposisikan sebagai ketentuan yang bersifat mutlak dalam setiap aktivitas ekonomi\r\nistri, tanpa disertai pembacaan yang memperhatikan latar sosial kemunculan hadis,\r\nmaksud penyampaiannya, serta nilai keadilan yang menjadi ruh ajaran Islam.\r\nKetika hadis tersebut dipahami secara kaku dan terlepas dari realitas historis\r\nmaupun sosial, potensi munculnya ketegangan dalam hubungan suami-istri serta\r\nketimpangan relasi gender menjadi sulit dihindari. Cara baca semacam ini tidak\r\njarang melahirkan praktik pembatasan ekonomi terhadap perempuan yang justru\r\nbertentangan dengan prinsip dasar Islam tentang keadilan dan penghormatan\r\nterhadap hak individu.\r\nPenelitian ini bertujuan untuk menelaah kualitas hadis larangan istri\r\nmembelanjakan hartanya sendiri dari aspek sanad serta menafsirkan maknanya\r\nsecara kontekstual dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Nurun Najwah.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif,\r\nyang dilakukan melalui analisis sanad, kajian jarḥ wa ta‘dil, serta pembacaan teks\r\nhadis dengan perspektif gender. Pendekatan ini digunakan untuk menyingkap relasi\r\nantara teks hadis, konteks kemunculannya, dan realitas sosial kekinian, sehingga\r\npemaknaan hadis tidak berhenti pada aspek normatif-formal, melainkan juga\r\nmenyentuh dimensi etis dan kemanusiaan.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa hadis utama yang bersumber dari riwayat\r\nIbnu Mājah secara sanad berada pada kategori ḍaʿif. Meski demikian, kelemahan\r\ntersebut tertutupi oleh adanya jalur periwayatan lain melalui Imām Aḥmad bin\r\nḤanbal yang memiliki sanad kuat dan memenuhi kriteria ṣaḥīḥ li-dhātihī. Dengan\r\nadanya jalur pendukung yang kredibel tersebut, kedudukan hadis pada jalur utama\r\nmengalami peningkatan sehingga berada pada tingkat ḥasan li-ghayrihi. Dari sisi\r\npemaknaan, pendekatan hermeneutika menunjukkan bahwa hadis ini tidak\r\ndimaksudkan sebagai pembatasan mutlak terhadap hak kepemilikan harta\r\nperempuan, melainkan sebagai penegasan etika hubungan suami-istri yang\r\nmenekankan musyawarah, tanggung jawab bersama, dan keharmonisan rumah\r\ntangga. Dengan demikian, hadis ini lebih tepat dipahami sebagai pedoman etis yang\r\nbersifat kontekstual, bukan sebagai ketentuan hukum yang berlaku secara kaku dan\r\nuniversal."^^ . "2026-01-19" . . . . "UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . "FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA"^^ . . . . . . . . . "NIM.: 22105050036"^^ . "M. Raihan Adha Putra"^^ . "NIM.: 22105050036 M. Raihan Adha Putra"^^ . . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Text)"^^ . . . . . "22105050036_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"^^ . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Text)"^^ . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "lightbox.jpg"^^ . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "preview.jpg"^^ . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "medium.jpg"^^ . . . "HERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI (Other)"^^ . . . . . . "small.jpg"^^ . . "HTML Summary of #75943 \n\nHERMENEUTIKA HADIS LARANGAN ISTRI MEMBELANJAKAN HARTANYA SENDIRI\n\n" . "text/html" . . . "297.125 Hadis" . .