<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KAJIAN KONDISI PSIKOLOGI NABI PADA Q.S. AL-TAHRIM 1-5 (ANALISIS PSIKOLOGI HUMANISTIK)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21105030010</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hadian Shafiyarrahman</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap dimensi kejiwaan dan kondisi psikologis Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang terefleksikan dalam teks Al-Qur'an, khususnya pada Surah al-Tahrim ayat 1-5. Fokus utama kajian ini terletak pada upaya pembacaan ulang terhadap narasi para mufasir mengenai peristiwa domestik Nabi yang melibatkan tekanan emosional serta sosial dalam lingkup rumah tangga. Dengan menggunakan pisau analisis psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow, penelitian ini berusaha membedah dinamika batiniah Nabi saat beliau memutuskan untuk menahan diri dan melakukan pengorbanan personal demi menjaga stabilitas serta keharmonisan hubungan keluarga. Melalui perspektif ini, Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipandang sebagai figur teologis yang statis, tetapi sebagai subjek manusiawi yang memiliki kompleksitas perasaan dan kematangan emosional dalam menghadapi konflik.&#13;
Secara metodologis, penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini mencakup teks suci Al-Qur'an dan beragam literatur tafsir, baik dari periode klasik, pertengahan, maupun kontemporer, guna menangkap spektrum penafsiran yang luas mengenai asbabun nuzul Surah al-Tahrim. Sementara itu, sumber data sekunder diperoleh dari karya-karya orisinal Abraham Maslow serta literatur pendukung dalam bidang psikologi humanistik. Proses pengolahan data dilakukan melalui teknik analisis tematik dan interpretatif untuk mengkoneksikan narasi-narasi tafsir dengan konsep-konsep psikologis secara sistematis.&#13;
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dinamika psikologis Nabi Muhammad SAW dalam Surah al-Tahrim ayat 1-5 menunjukkan sebuah proses yang selaras dengan teori hierarki kebutuhan Maslow, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga mencapai puncaknya pada aktualisasi diri. Tindakan Nabi yang mengedepankan pengendalian diri (self-regulation), tanggung jawab moral yang melampaui kepentingan pribadi, serta kepatuhan mutlak terhadap wahyu, menjadi bukti nyata atas tingkat kematangan psikologis yang paripurna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Nabi mengalami pergulatan emosi layaknya manusia biasa (basyariyyah), beliau mampu mengelolanya secara konstruktif sehingga tetap berada pada derajat pribadi yang teraktualisasi secara sehat. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan studi Al-Qur’an interdisipliner, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu psikologi untuk memahami sisi kemanusiaan tokoh profetik secara lebih autentik dan humanis.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.1226 Tafsir Al-Qur'an, Ilmu Tafsir</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-29</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>