TY - THES N1 - Asep Nahrul Musadad, S.Th.I, M.Ag. ID - digilib75994 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/75994/ A1 - Hadian Shafiyarrahman, NIM.: 21105030010 Y1 - 2026/01/29/ N2 - Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi mendalam terhadap dimensi kejiwaan dan kondisi psikologis Nabi Muhammad SAW sebagaimana yang terefleksikan dalam teks Al-Qur'an, khususnya pada Surah al-Tahrim ayat 1-5. Fokus utama kajian ini terletak pada upaya pembacaan ulang terhadap narasi para mufasir mengenai peristiwa domestik Nabi yang melibatkan tekanan emosional serta sosial dalam lingkup rumah tangga. Dengan menggunakan pisau analisis psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow, penelitian ini berusaha membedah dinamika batiniah Nabi saat beliau memutuskan untuk menahan diri dan melakukan pengorbanan personal demi menjaga stabilitas serta keharmonisan hubungan keluarga. Melalui perspektif ini, Nabi Muhammad SAW tidak hanya dipandang sebagai figur teologis yang statis, tetapi sebagai subjek manusiawi yang memiliki kompleksitas perasaan dan kematangan emosional dalam menghadapi konflik. Secara metodologis, penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini mencakup teks suci Al-Qur'an dan beragam literatur tafsir, baik dari periode klasik, pertengahan, maupun kontemporer, guna menangkap spektrum penafsiran yang luas mengenai asbabun nuzul Surah al-Tahrim. Sementara itu, sumber data sekunder diperoleh dari karya-karya orisinal Abraham Maslow serta literatur pendukung dalam bidang psikologi humanistik. Proses pengolahan data dilakukan melalui teknik analisis tematik dan interpretatif untuk mengkoneksikan narasi-narasi tafsir dengan konsep-konsep psikologis secara sistematis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dinamika psikologis Nabi Muhammad SAW dalam Surah al-Tahrim ayat 1-5 menunjukkan sebuah proses yang selaras dengan teori hierarki kebutuhan Maslow, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga mencapai puncaknya pada aktualisasi diri. Tindakan Nabi yang mengedepankan pengendalian diri (self-regulation), tanggung jawab moral yang melampaui kepentingan pribadi, serta kepatuhan mutlak terhadap wahyu, menjadi bukti nyata atas tingkat kematangan psikologis yang paripurna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun Nabi mengalami pergulatan emosi layaknya manusia biasa (basyariyyah), beliau mampu mengelolanya secara konstruktif sehingga tetap berada pada derajat pribadi yang teraktualisasi secara sehat. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan studi Al-Qur?an interdisipliner, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu psikologi untuk memahami sisi kemanusiaan tokoh profetik secara lebih autentik dan humanis. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Psikologi Humanistik KW - Abraham Maslow KW - Surah al-Tahrim KW - Kondisi Psikologis Nabi KW - Aktualisasi Diri KW - Tafsir Al-Qur'an M1 - skripsi TI - KAJIAN KONDISI PSIKOLOGI NABI PADA Q.S. AL-TAHRIM 1-5 (ANALISIS PSIKOLOGI HUMANISTIK) AV - restricted EP - 132 ER -