<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>SPIRITUALITAS PARA LANSIA DI RUMAH PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (RPSLU) BUDI DHARMA YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020009</mods:namePart><mods:namePart type="family">Hana Qoulan Ma’rufa</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Masa lanjut usia, adalah tahap akhir dalam kehidupan yang ditandai&#13;
dengan berbagai perubahan fisik, mental, serta sosial akibat proses penuaan. Hal ini&#13;
sering kali menyebabkan penurunan kesehatan, hadirnya keterbatasan dalam&#13;
aktivitas, perubahan emosi, dan tantangan dalam memenuhi kebutuhan spiritual.&#13;
Dengan semakin banyaknya populasi lansia, perhatian terhadap kesejahteraan&#13;
mereka, termasuk aspek spiritual, menjadi semakin penting. Spiritualitas dapat&#13;
membantu para lansia dalam memahami makna hidup dan menghadapi berbagai&#13;
keterbatasan di usia senja. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
menganalisis spiritualitas lansia di Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU)&#13;
Budi Dharma Yogyakarta, dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang&#13;
memengaruhi spiritualitas lansia di lingkungan tersebut.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#13;
psikologi agama untuk mendalami berbagai aspek spiritual. Pengumpulan data&#13;
dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data&#13;
menggunakan teori Spiritual Quotient (SQ) yang dikembangkan oleh Danah Zohar&#13;
dan Ian Marshall. Teori ini menekankan kemampuan seseorang untuk memberikan&#13;
makna, nilai, serta tujuan yang mendalam terhadap pengetahuan dan pengalaman&#13;
hidupnya, sehingga membentuk keputusan, perilaku, serta perkembangan diri. Di&#13;
samping itu, teori Spiritual Aging Peter G. Coleman juga digunakan untuk memahami&#13;
proses penuaan spiritual.&#13;
Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) spiritualitas para lansia di&#13;
Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) Budi Dharma mengalami&#13;
perkembangan yang positif. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan aktivitas keagamaan&#13;
yang rutin, hubungan yang lebih erat dengan Tuhan, serta kemampuan mereka untuk&#13;
memahami dan menerima kehidupan di usia senja melalui refleksi dan penerimaan&#13;
diri. Temuan ini mencerminkan karakteristik-karakteristik kecerdasan spiritual&#13;
seperti, kesadaran diri, kemampuan untuk memahami penderitaan, serta pandangan&#13;
holistik, dan menegaskan proses pendewasaan spiritual yang ditandai dengan&#13;
transformasi nilai dan pencarian kedamaian batin; (2) perkembangan spiritual lansia&#13;
dipengaruhi oleh kolaborasi faktor internal (perubahan fisik-mental, pengalaman&#13;
hidup, penerimaan diri, kedisiplinan beribadah) dan faktor eksternal (bimbingan&#13;
keagamaan terstruktur, lingkungan sosial suportif, peran staf, kunjungan keluarga).&#13;
Kolaborasi ini membantu memperdalam pengalaman spiritual di usia lanjut. Dengan&#13;
demikian, spiritualitas memainkan peran penting dalam meningkatkan ketenangan&#13;
batin, kesejahteraan mental, dan menjadi sumber kekuatan serta proses pendalaman&#13;
spiritual bagi lansia di tahap akhir kehidupan mereka.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">362.6 Permasalahan dan Layanan kepada Orang Lanjut Usia (Lansia)</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>