<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KONTRIBUSI TRADISI NYADRAN TERHADAP KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DUSUN PLUGON, DONOMULYO, NANGGULAN, KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105020015</mods:namePart><mods:namePart type="family">Rina Dwi Listiya Wati</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Nyadran merupakan tradisi ritual masyarakat Jawa, yang dilakukan secara&#13;
tahunan di berbagai komunitas pedesaan. Nyadran ini tidak hanya berfungsi sebagai&#13;
bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sistem sosial yang&#13;
memperkuat kerukunan antar warga lintas agama. Tradisi Nyadran yang ada di Dusun&#13;
Plugon adalah warisan budaya lokal yang melibatkan partisipasi dari masyarakat&#13;
lintas agama, namun permasalahan yang muncul adalah belum terungkapnya secara&#13;
mendalam bagaimana masyarakat memaknai Tradisi Nyadran serta kontribusi&#13;
Tradisi Nyadran dalam membangun dan menjaga kerukunan antar umat beragama di&#13;
Dusun Plugon&#13;
Penelitian ini mengangkat dua pokok permasalahan yaitu apa makna&#13;
kegiatan Nyadran bagi masyarakat umat beragama di Dusun Plugon dan bagaimana&#13;
tradisi Nyadran berkontribusi pada kerukunan antar umat beragama di Desa ini.&#13;
Penelitian ini ingin melihat bagaimana dinamika umat beragama di Desa ini dan&#13;
berupaya memahami bagaimana tradisi Nyadran berkontribusi pada kehidupan&#13;
keberagamaan masyarakat di Dusun Plugon. Penelitian ini adalah penelitian lapangan&#13;
(field research). Metodologi penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif.&#13;
Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan&#13;
dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis&#13;
deskriptif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial&#13;
Peter L. Berger.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, makna kegiatan Nyadran&#13;
bagi umat beragama di Dusun Plugon yaitu a.) Tradisi Nyadran sebagai makna&#13;
religius b.) Tradisi Nyadran sebagai makna sosial c.) Tradisi Nyadran sebagai makna&#13;
simbolik d.) Tradisi Nyadran sebagai Makna Identitas Budaya e.) Tradisi Nyadran&#13;
sebagai Makna Kerukunan. Kedua, kontribusi tradisi Nyadran terhadap kerukunan&#13;
umat beragama di Dusun Plugon yaitu a.) Nyadran berkontribusi sebagai ruang&#13;
kebersamaan b.) Nyadran berkontribusi dalam mempererat hubungan sosial c.)&#13;
Nyadran berkontribusi sebagai media toleransi antar umat beragama d).Nyadran&#13;
sebagai perekat hubungan antar Agama. Tahap Eksternalisasi menghasilkan nilai –&#13;
nilai rasa Syukur, penghormatan kepada orang tua dan leluhur,dan gotong royong&#13;
yang diekspresikan secara eksternal oleh masyarakat. Tahap Objektivasi&#13;
mengubahnya menjadi fakta sosial yang diterima secara nyata, yaitu pengakuan&#13;
bersama sebagai tradisi tahunan dan norma yang sudah mapan. Tahap Internalisasi&#13;
memungkinkan generasi muda dapat menyerap nilai kerukunan serta toleransi antar&#13;
umat beragama melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Nyadran.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">201.7 Agama dan Budaya</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-02-24</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>