TY - THES N1 - Khairullah Zikri, S.Ag., MAStRel ID - digilib76006 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76006/ A1 - Rina Dwi Listiya Wati, NIM.: 22105020015 Y1 - 2026/02/24/ N2 - Nyadran merupakan tradisi ritual masyarakat Jawa, yang dilakukan secara tahunan di berbagai komunitas pedesaan. Nyadran ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sistem sosial yang memperkuat kerukunan antar warga lintas agama. Tradisi Nyadran yang ada di Dusun Plugon adalah warisan budaya lokal yang melibatkan partisipasi dari masyarakat lintas agama, namun permasalahan yang muncul adalah belum terungkapnya secara mendalam bagaimana masyarakat memaknai Tradisi Nyadran serta kontribusi Tradisi Nyadran dalam membangun dan menjaga kerukunan antar umat beragama di Dusun Plugon Penelitian ini mengangkat dua pokok permasalahan yaitu apa makna kegiatan Nyadran bagi masyarakat umat beragama di Dusun Plugon dan bagaimana tradisi Nyadran berkontribusi pada kerukunan antar umat beragama di Desa ini. Penelitian ini ingin melihat bagaimana dinamika umat beragama di Desa ini dan berupaya memahami bagaimana tradisi Nyadran berkontribusi pada kehidupan keberagamaan masyarakat di Dusun Plugon. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Metodologi penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Analisis deskriptif. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pertama, makna kegiatan Nyadran bagi umat beragama di Dusun Plugon yaitu a.) Tradisi Nyadran sebagai makna religius b.) Tradisi Nyadran sebagai makna sosial c.) Tradisi Nyadran sebagai makna simbolik d.) Tradisi Nyadran sebagai Makna Identitas Budaya e.) Tradisi Nyadran sebagai Makna Kerukunan. Kedua, kontribusi tradisi Nyadran terhadap kerukunan umat beragama di Dusun Plugon yaitu a.) Nyadran berkontribusi sebagai ruang kebersamaan b.) Nyadran berkontribusi dalam mempererat hubungan sosial c.) Nyadran berkontribusi sebagai media toleransi antar umat beragama d).Nyadran sebagai perekat hubungan antar Agama. Tahap Eksternalisasi menghasilkan nilai ? nilai rasa Syukur, penghormatan kepada orang tua dan leluhur,dan gotong royong yang diekspresikan secara eksternal oleh masyarakat. Tahap Objektivasi mengubahnya menjadi fakta sosial yang diterima secara nyata, yaitu pengakuan bersama sebagai tradisi tahunan dan norma yang sudah mapan. Tahap Internalisasi memungkinkan generasi muda dapat menyerap nilai kerukunan serta toleransi antar umat beragama melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Nyadran. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Nyadran KW - Kerukunan Beragama KW - Konstruksi Sosial M1 - skripsi TI - KONTRIBUSI TRADISI NYADRAN TERHADAP KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DUSUN PLUGON, DONOMULYO, NANGGULAN, KULON PROGO, D.I. YOGYAKARTA AV - restricted EP - 114 ER -