eprintid: 76007 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12460 dir: disk0/00/07/60/07 datestamp: 2026-04-10 03:25:34 lastmod: 2026-04-10 03:25:34 status_changed: 2026-04-10 03:25:34 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muh.khabib@uin-suka.ac.id creators_name: Ahmad Syauki Naja, NIM.: 22105020046 title: STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL ispublished: pub subjects: 297.267 divisions: ag_ag full_text_status: restricted keywords: Stratifikasi Sosial, Tradisi Budaya, Sholawat Rodat, Religiusitas note: Drs. Rahmat Fajri, M.Ag. abstract: Tradisi kesenian sholawat rodat merupakan salah satu bentuk warisan kebudayaan Jawa bernuansa Islam yang hingga saat ini masih bertahan dan terus dilestarikan di Dusun Karangkulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Tradisi kesenian sholawat rodat merupakan bentuk kesenian yang memadukan lantunan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan iringan alat musik tradisional, seperti rebana dan jedor, serta dilengkapi dengan kehadiran para penari leyek yang menampilkan gerakan tari secara kompak dan berirama. Selain sebagai wujud ekspresi kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tradisi kesenian sholawat rodat juga berfungsi sebagai ruang sosial bagi masyarakat untuk merefleksikan dinamika kehidupan sosial di Dusun Karangkulon. Penelitian ini mengkaji bagaimana hakikat dan makna tradisi sholawat rodat di Dusun Karangkulon, Kalurahan Wukirsari, Kacamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan bagaimana bentuk stratifikasi sosial yang terdapat dalam tradisi sholawat rodat di Dusun Karangkulon, Kalurahan Wukursari, Kacamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi-antropologi dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari ketua kelompok, anggota, serta masyarakat Dusun Karangkulon. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori stratifikasi sosial dari Pitirim A. Sorokin sebagai kerangka analisis untuk melihat pelapisan sosial yang terbentuk dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya tradisi kesenian sholawat rodat di Dusun Karangkulon memiliki makna religius dan sosial sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW serta sebagai sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Dalam tradisi ini juga terdapat stratifikasi sosial yang tersusun secara hierarkis melalui pembagian peran seperti sespuh, tokoh agama, ketua kelompok, donatur, serta anggota. Pelapisan sosial tersebut dipengaruhi oleh faktor kekuasaan, kehormatan, kemampuan ekonomi, dan pengetahuan keagamaan. Namun, stratifikasi yang terbentuk tidak menimbulkan konflik karena didukung oleh nilai gotong-royong, saling menghormati, dan religiusitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Dusun Karangkulon. date: 2026-02-23 date_type: published pages: 144 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Ahmad Syauki Naja, NIM.: 22105020046 (2026) STRATIFIKASI SOSIAL DALAM TRADISI KESENIAN SHOLAWAT RODAT DI DUSUN KARANG KULON, WUKIRSARI, IMOGIRI, BANTUL. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76007/1/22105020046_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76007/2/22105020046_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf