<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>KAJIAN MA’ANIL HADIS TENTANG CUKA SEBAGAI LAUK</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22105050058</mods:namePart><mods:namePart type="family">Syifa Zulfazakiyah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini befokus pada kontekstualisasi dan relevansi hadis&#13;
tentang cuka dalam era kontemporer dengan menggunakan pendekatan Yusuf&#13;
Qardhawi. Hadis tentang cuka tidak hanya mengandung makna tekstual, tetapi&#13;
juga memuat pesan moral yang kaya apabila dipahami secara kontekstual.&#13;
Dalam konteks kehidupan modern, hadis ini relvan sebagai kritik terhadap&#13;
berbagai persoalan sosial di masyarakat, khsusunya pada fenomena&#13;
hedonisme konsumerisme berlebihan. Urgensi penelitian ini yaitu terletak&#13;
pada upaya memahami hadis secara kontekstual guna menjawab sekaligus&#13;
menawarkan solusi atas maraknya gaya hidup konsumtif berlebihan di era&#13;
kontemporer.&#13;
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mencakup dua hal yaitu&#13;
: pertama, analisis pemahaman hadis tentang cuka berdasarkan pemahaman&#13;
hadis Yusuf Qardhawi. Kedua, bentuk kontekstualisasi dan relevansi hadis&#13;
tentang cuka dalam konteks masyarakat masa kini. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan hadis&#13;
tentang cuka sebagai sumber data primer. Data tersebut dianalisis&#13;
menggunakan metodologi Yusuf Qardhawi. Yusuf Qardhawi menawarkan&#13;
delapan langkah dalam metodenya, yaitu memahami hadis berdasarkan nash&#13;
agama (Al-Qur’an dan Hadis), latar belakang, kondisi, tujuan utama hadis,&#13;
serta memisahkan antara ghayah yang tetap dan wshilah yang berubah-ubah.&#13;
Metode ini dipilih karena dinilai sejalan dengan kebutuhan zaman dan prinsip&#13;
maqashid al-syari’ah.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tentang cuka memiliki&#13;
kehujahan yang diterima dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran&#13;
Islam. Lebih lanjut, melalui pendekatan Yusuf Qardhawi, hadis ini tidak&#13;
sekedar dipahami sebagai anjuran konsumsi cuka, melainkan sebagai simbol&#13;
etika konsumsi Islam yang menekankan nilai kesederhanaan, syukur,&#13;
kemudahan, dan tidak berlebihan. Dengan demikian, hadis tentang cuka&#13;
memiliki relevansi yang kuat dalam konteks kehidupan masyarakat&#13;
kontemporer, khususnya sebagai kritik terhadap budaya konsumtif dan&#13;
hedonistik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kontekstual hadis&#13;
memungkinkan ajaran Nabi tetap aplikatif lintas ruang dan waktu tanpa&#13;
kehilangan tujuan utama syariat Islam.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">297.125 Hadis</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-15</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>