%0 Thesis %9 Skripsi %A Aulia Yusriah Anwar, NIM.: 21101010034 %B FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA %D 2025 %F digilib:76037 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K kritik; wacana patriarki agama; Maroko; Faṭimah al-Mirnisi; Aḥlamu al-Nisaʾi al-Ḥarimi %P 86 %T نقد فاطمة المرنيسي للخطاب الأبوي الديني فى المغرب فى أحلام النساء الحري %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76037/ %X Penelitian ini berjudul Naqdu Fātimah al Mirnīsī li al Khiṭābi al Abawiyyi al Dīniyyi fi al Maghribi fi Aḥlāmi al Nisāi al Ḥarīmi. Dalam Aḥlāmu al-Nisāʾi al-Ḥarīmi, Fāṭimah al-Mirnīsī mengkritik konstruksi sosial dan budaya yang mengandalkan interpretasi agama sebagai alat untuk mengekang kebebasan dan potensi perempuan. Dengan latar belakang Maroko, sebagai negara mayoritas muslim, yang seharusnya mencerminkan nilai-nilai yang humanis, Mirnīsī banyak mengeksplorasi ketidakadilan yang dialami perempuan harem melalui novel tersebut. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana kritik Fāṭimah al-Mirnīsī terhadap wacana patriarki agama di Maroko yang tercermin dalam novel Aḥlāmu al-Nisāʾi al-Ḥarīmi? Mengapa Fāṭimah al-Mirnīsī mengkritik wacana patriarki agama yang muncul di Maroko? Didasarkan pada perspektif kritik sastra feminis K.K. Ruthven, teori utama pada penelitian ini adalah feminisme Islam dan teori bantunya adalah sosiologi sastra. Melalui perspektif ini, penelitian ini berupaya menunjukkan bagaimana interpretasi agama yang patriarkal memengaruhi kehidupan perempuan dan membatasi kebebasan serta potensi mereka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara simak dan catat, dilanjut dengan metode analisis data yaitu dialektik-dekonstruktif yang berarti hubungan timbal balik teks dengan realitas sosial yang ada serta mendekonstruksi wacana patriarki dominan yang dalam hal ini adalah wacana agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Aḥlāmu al-Nisāʾi al-Ḥarīmi mencerminkan kritik terhadap penindasan perempuan yang dilegitimasi oleh interpretasi agama yang bias. Beberapa wacana patriarki agama yang dikritik Mirnīsī dalam novel Aḥlāmu al-Nisāʾi al-Ḥarīmi adalah wacana poligami, wacana hijab, wacana domestikasi, dan kritik mengenai pemaksaan pemahaman praktik Islam secara harfiah. Alasan Mirnīsī mengkritik karena wacana patriarki agama tersebut telah menghilangkan sisi humanisme Islam, mendistorsi pendidikan Islam yang humanis, dan adanya relasi kuasa dalam wacana agama yang seringkali mendiskriminasi perempuan-perempuan Maroko. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kajian wacana patriarki agama di Maroko dan memperkaya diskursus tentang kesetaraan gender dalam literatur Islam. %Z Prof. Dr. Yulia Nasrul Latifi, S.Ag., M.Hum.