<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>المجتمع الفلسطيني التابعي ف الرواية رجال ف الشمس لغسان كنفا ن (دراسة تحليلية سيميائية عند تشارلز ساندرز ب ي س)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21101010028</mods:namePart><mods:namePart type="family">Siti Nurhidayah</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Novel Rijal fii Syams merupakan sebuah novel karya seorang sastrawan Palestina bernama Ghasan Kanafani. Novel ini secara keseluruhan membahas tentang rakyat Palestina pada saat terjadinya nakba (tragedi) dan dampak setelahnya. Masyarakat subaltern adalah istilah yang digunakan untuk menyebut populasi yang secara politik, sosial, dan geografis ditundukkan oleh kelompok penguasa. Dalam novel ini, digambarkan dengan 4 tokoh bernama Abu Qois, As’ad, Marwan dan Abu Khaizuron yang mengalami berbagai penderitaan dan tekanan akibat tragedi Nakba. Selain ceritanya yang menarik, berdasarkan hasil pembacaan peneliti novel Rijal fii Syams mengandung banyak unsur tanda. Penelitian ini bertujuan untuk mendefinisikan masyarakat subaltern Palestina dan menginterpretasikan serta merepresentasikan keadaan masyarakat subaltern Palestina yang terkandung dalam novel Rijal fii Syams. Pada penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce guna membaca makna tanda yang terdapat dalam novel Rijal fii Symas. Dalam teorinya, Peirce mengemukakan bentuk triadik atau dapat dipahami sebagai teori segitiga makna, yakni meliputi representamen, objek, dan interpretan. Menurut Peirce sebuah analisis yang berkaitan dengan esensi tanda harus merujuk pada pembuktian bahwa setiap tanda ditentukan oleh objeknya atau acuannya. Sehingga Peirce menfokuskan tanda pada denotatumnya yang terbagi pada tiga aspek, yaitu : ikon, indeks, dan simbol. Dari hasil analisis novel Rijal fii Syams dengan mengacu pada aspek ikon, indeks, dan simbol, peneliti menemukan 3 tanda yang dapat dimaknai sebagai definisi masyarakat subaltern Palestina dan 30 tanda yang meliputi ikon, indeks, dan simbol yang memiliki interpretasi makna tanda sebagai keadaan yang dialami oleh masyarakat subaltern Palestina, yang kemudian di representasikan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat nakba (tragedi) dan setelahnya, maka di temukannya berbagai penderitan yang dialami rakyat Palestina subaltern seperti : kemiskinan, pembatasan akses, diaspora, dan kelemahan.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Novel - Sejarah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-03-04</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ADAB DAN ILMU BUDAYA</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>