%0 Thesis %9 Masters %A Ahmad Sudi, NIM.: 24205031139 %B FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM %D 2026 %F digilib:76043 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %K Tafsir Ekologi, Corak Tafsir, Epistemologi Tafsir Al-Jabiri %P 160 %T TAFSIR AYAT-AYAT EKOLOGI KEMENTERIAN AGAMA RI: ANALISIS CORAK, DAN EPISTEMOLOGI TAFSIR %U https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76043/ %X Penelitian ini menganalisis Tafsir Ayat-Ayat Ekologi yang dirilis langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari proyek tafsir tematik yang merespons isu lingkungan dalam kerangka kebijakan publik nasional. Kajian ini berangkat dari asumsi bahwa tafsir yang diproduksi oleh institusi negara merupakan praktik penafsiran yang berada dalam relasi dengan visi kelembagaan dan agenda normatif tertentu. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi corak penafsiran serta pemetaan struktur epistemologi yang membentuk konstruksi makna ayat-ayat ekologi dalam karya tersebut, dengan menempatkannya dalam diskursus tafsir negara di Indonesia. Penelitian ini tergolong jenis penelitian kualitatif, yang berbasis penelusuran kepustakaan dengan metode analisis isi (content analysis). Kerangka teoritis yang digunakan meliputi teori corak tafsir untuk mengidentifikasi orientasi metodologis, serta epistemologi Islam Muhammad ‘Abid al-Jabiri (bayān, ‘irfān, dan burhān) untuk memetakan pola nalar yang bekerja dalam teks. Analisis difokuskan pada sistematika tematik, struktur argumentasi, pilihan rujukan, serta pola intertekstualitas antara ayat-ayat al-Qur’an, tafsir era klasik-modern, dan wacana lingkungan kontemporer. Secara tekstual, tafsir ini mengorganisasi ayat-ayat berdasarkan subtema ekologis seperti konsep khalifah, amanah, mīzān, dan larangan fasād, dengan pola penjelasan yang dimulai dari makna kebahasaan, rujukan mufasir klasik, lalu diakhiri dengan elaborasi normatif yang dikaitkan dengan tanggung jawab ekologis masyarakat dan kebijakan pembangunan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Tafsir Ayat-Ayat Ekologi menggunakan pendekatan tematik (maudhū‘ī) dengan karakter adabī ijtimā‘ī yang menekankan dimensi etika sosial dalam penerapan al-Qur’an dalam konteks ayat-ayat ekologi. Secara epistemologis, struktur penafsirannya memperlihatkan dominasi nalar bayān melalui ketergantungan pada otoritas teks dan pendapat mufasir terdahulu, disertai integrasi nalar burhān melalui argumentasi rasional dan rujukan pada konsep pembangunan berkelanjutan serta program moderasi beragama. Keterkaitan eksplisit dengan dokumen kebijakan negara dan narasi pembangunan nasional menunjukkan bahwa konstruksi ekoteologis dalam tafsir ini berfungsi sebagai artikulasi normatif yang menghubungkan ajaran keagamaan dengan kerangka kebijakan lingkungan. Dengan demikian, Tafsir Ayat-Ayat Ekologi dapat dipahami sebagai bentuk tafsir institusional yang merepresentasikan corak adabi ijtimai dalam menghubungkan otoritas keagamaan negara, produksi wacana ekologis, dan orientasi pembangunan dengan fondasi epistemik yang bertumpu pada sintesis nalar bayānī dan burhānī.. Hal ini tampak dari perpaduan nalar bayānī yang berpijak pada otoritas teks dan mufassir, sedangkan dengan nalar burhānī melalui argumentasi rasional dan rujukan kebijakan publik. %Z Prof. Dr. Saifuddin Zuhri S.Th.I., M.A.