TY - THES N1 - Dr. Ali Imron, S.Th.I., M.S.I. ID - digilib76044 UR - https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76044/ A1 - Djamali Mokoginta, NIM.: 24205031143 Y1 - 2026/02/18/ N2 - Kemajuan teknologi digital kontemporer memicu paradoks eksistensial; kemudahan hidup yang serba instan justru berbanding lurus dengan eskalasi krisis psikologis dan gangguan emosional pada masyarakat modern. Fenomena ini menegaskan bahwa krisis mental bukan sekadar diskursus klinis-medis, melainkan telah bertransformasi menjadi isu spiritual dan sosial yang mendesak. Penelitian ini berpijak pada argumentasi bahwa tafsir digital pada akun Instagram @kawanhawa merupakan manifestasi relasi dinamis antara religiusitas, media, dan kesehatan mental yang melampaui sekadar transmisi teks keagamaan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar konstruksi wacana dan representasi religiusitas-kesehatan mental dalam konten "ayat-ayat psikologi" melalui kacamata analisis wacana kritis. Fokus permasalahan diarahkan pada dua hal: (1) bentuk representasi religiusitas dan kesehatan mental pada akun @kawanhawa; serta (2) bagaimana struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial membangun wacana tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk, penelitian ini menemukan bahwa konstruksi kesadaran kesehatan mental digital dibangun melalui tiga level utama. Pertama, pada level struktur teks, penggunaan format carousel menciptakan narasi bertahap yang didukung diksi afektif-validatif untuk menghadirkan otoritas keagamaan baru yang bersifat empatik. Kedua, pada level kognisi sosial, kreator menginternalisasi kerentanan emosional generasi digital dengan ideologi spiritualitas yang memposisikan agama sebagai ruang penyembuhan batin (healing). Ketiga, dalam konteks sosial, wacana ini merupakan respons terhadap budaya mental health awareness di tengah tekanan performativitas media sosial yang kompetitif. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi spiritualitas dan kesehatan mental yang tetap menjaga tanggung jawab epistemologis agar tidak terjebak dalam simplifikasi makna atau praktik "cocoklogi". Secara kontributif, penelitian ini memperkaya kajian tafsir digital dengan memotret bagaimana Al-Qur?an diresepsi dalam ekologi media sosial serta pengaruhnya terhadap pembentukan kesadaran mental masyarakat digital. PB - UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA KW - Religiusitas KW - Mental KW - Psikologi Qur?ani KW - @kawanhawa KW - Analisis Wacana Kritis M1 - masters TI - RELIGIUSITAS DAN KESEHATAN MENTAL DI RUANG DIGITAL ANALISIS KONTEN AYAT-AYAT PSIKOLOGI PADA AKUN INSTAGRAM @KAWANHAWA AV - restricted EP - 187 ER -