eprintid: 76049 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12243 dir: disk0/00/07/60/49 datestamp: 2026-04-10 08:20:36 lastmod: 2026-04-10 08:20:36 status_changed: 2026-04-10 08:20:36 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: muchti.nurhidaya@uin-suka.ac.id creators_name: Muhammad Akbar, NIM.: 23205012012 title: KRITIK BYUNG-CHUL HAN (1959) DAN TALAL ASAD (1932) TERHADAP KEBEBASAN DI ERA KONTEMPORER ispublished: pub subjects: 297.261 divisions: aq_filis full_text_status: restricted keywords: neoliberalism; secularism; Byung-Chul Han; Talal Asad note: Prof. Dr. H. Shofiyullah, MZ, M. Ag. abstract: Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemahaman normatif bahwa kebebasan adalah hak fundamental manusia yang lahir dari proyek modernitas dan pencerahan untuk membebaskan individu dari otoritas tradisional. Namun, dalam realitas kontemporer, khususnya di bawah sistem neoliberalisme dan sekularisme, kebebasan individu justru mengalami paradoks. Di satu sisi, individu merasa bebas dalam memilih dan berekspresi, namun di sisi lain, secara tidak sadar terikat dalam struktur ekonomi digital dan regulasi politik yang bersifat membatasi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah fenomena ilusi kebebasan tersebut dengan menggunakan pemikiran dua tokoh kontemporer, Byung-Chul Han dan Talal Asad. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (liibrary research) dengan metode dokumentasi, yakni memanfaatkan sumber-sumber tertulis sebagai rujukan utama. Sumber primer penelitian ini berupa karya-karya Byung-Chul Han seperti The Burnout Society dan psycopolitics: Neoliberalism and New Technologies of Power, serta karya Talal Asad seperti Formation of the Secular dan Genealogies of Religion. Adapun sumber sekundernya terdiri dari artikel jurnal, buku, web, dan penelitian ilmiah yang terkait dengan tema penelitian ini. Dengan menggunakan hermeneutika filosofis sebagai pendekatan dalam menganalisis dan memahami sumber-sumber primer dan sekunder penelitian. Terdapat dua rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana kritik Byung-Chul Han dan Talal Asad terhadap kebebasan di era kontemporer?, kedua, mengapa Byung-Chul Han dan Talal Asad berbeda dalam menilai kebebasan di era kontemporer? Hasil penelitian ini adalah, pertama, menurut Byung-Chul Han, kebebasan dalam masyarakat neoliberal menghasilkan subjek yang mengeksploitasi diri mereka sendiri melalui tuntutan performativitas dan produktivitas tanpa batas. Individu merasa bebas, namun pada kenyataannya dikendalikan oleh mekanisme kuasa yang beroperasi melalui motivasi diri dan pencapaian. Sementara itu, Talal Asad memandang bahwa kebebasan beragama dalam negara sekuler bukan sebagai prinsip netral, melainkan sebagai produk sejarah dan kuasa epistemik yang membentuk bagaimana agama harus dipahami dan diekspresikan. Negara sekuler menentukan batas-batas agama, sehingga kebebasan beragama justru bekerja sebagai alat pengaturan dan normalisasi. Kedua, perbedaan perspektif keduanya terletak pada medan kuasa yang dikaji. Han mengkritik kuasa psikopolitik yang bekerja dalam diri subjek. Sedangkan Asad mengkritik kuasa institusional dan epistemik yang bekerja melalui hukum, kategori pengetahuan, dan struktur politik. Lebih jauh, pemikiran keduanya memiliki relevansi penting untuk membaca kondisi sosial-keagamaan kontemporer, termasuk dalam konteks Indonesia, yang sedang berhadapan dengan problem produktivitas neoliberal dan regulasi negara atas ekspresi keagamaan. date: 2025-12-16 date_type: published pages: 153 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: other citation: Muhammad Akbar, NIM.: 23205012012 (2025) KRITIK BYUNG-CHUL HAN (1959) DAN TALAL ASAD (1932) TERHADAP KEBEBASAN DI ERA KONTEMPORER. Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76049/1/23205012012_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76049/2/23205012012_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf