eprintid: 76091 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/60/91 datestamp: 2026-04-15 03:39:05 lastmod: 2026-04-15 03:39:05 status_changed: 2026-04-15 03:39:05 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Ahmad Ilham Zamzami, NIM.: 23205012003 title: SPIRITUALITAS IMANENSI DAN TRANSENDENSI: STUDI KOMPERATIF PEMIKIRAN ANDRÉ COMTE-SPONVILLE (1952) DAN SHADRUDDIN MUHAMMAD ASY-SYIRAZI (1572-1640) ispublished: pub subjects: A divisions: aq_filis full_text_status: restricted keywords: Spiritualitas imanensi; transendensi; hermeneutika Ricoeur; fenomenologi kesadaran; Mullā Ṣadrā; André Comte-Sponville; epistemologi spiritual; post-truth. note: Dr. Alim Roswantoro, M.Ag. abstract: Penelitian ini memeriksa struktur pengalaman spiritual dalam dua horizon yang tampak tidak saling berkaitan—spiritualitas imanensi André Comte- Sponville dan spiritualitas transendensi Mullā Ṣadrā—dengan latar problematis bahwa manusia modern tetap merindukan kedalaman makna sekalipun konsep Tuhan tidak lagi menjadi pusat kesadaran. Tujuan penelitian ini adalah menilai validitas epistemik dari dua bentuk pengalaman spiritual tersebut serta menelaah kemungkinan dialog di antara keduanya. Menggunakan pendekatan hermeneutik Paul Ricoeur (distansiasi–apropriasi) dan fenomenologi Husserl–Merleau-Ponty (intensionalitas noesis–noema), studi ini menerapkan analisis tekstual-komparatif terhadap L’esprit de l’athéisme dan Al-Ḥikmah al-Muta‘āliyah Fi al-Ḥikmah al- Muta‘āliyah al-‘Aqliyyah al-Arba‘ah, dengan fokus pada tiga kategori metodologis yakni struktur kesadaran, horizon makna, dan landasan ontologis pengalaman spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas imanensi menghasilkan kedalaman afektif-reflektif yang konsisten tetapi berhenti pada batas kesadaran, sementara spiritualitas Ṣadrā menyingkap struktur pengetahuan ḥuḍūrī yang menjadikan kesadaran sebagai partisipasi ontologis dalam Wujud. Analisis memperlihatkan adanya titik temu berupa intensifikasi kehadiran, tetapi sekaligus divergensi radikal pada akar ontologisnya. Comte-Sponville menegaskan nilai sebagai absolut imanen, sementara Ṣadrā menegaskan wujud sebagai absolut transenden. Novelty dari penelitian ini terletak pada formulasi model dialog epistemik antara spiritualitas imanensi dan transendental Islam melalui kerangka hermeneutik-fenomenologis—sebuah pendekatan yang belum dilakukan secara sistematis dalam literatur sebelumnya. Kontribusi penelitian ini mencakup tiga hal, pertama menawarkan kerangka epistemologi spiritual yang mengintegrasikan kejujuran imanensi dan kedalaman transendensi; kedua menyediakan model analisis kesadaran untuk merespons krisis spiritualitas era post-truth; dan terakhir memberikan dasar teoritis bagi pengembangan pendidikan spiritual Islam berbasis transformasi eksistensial, bukan sekadar repetisi doktrinal. Temuan ini memperkuat relevansi Mullā Ṣadrā bagi studi filsafat kontemporer dan memperkaya wacana spiritualitas modern melalui pembacaan kritis terhadap Comte-Sponville. Kata Kunci: Spiritualitas imanensi; transendensi; hermeneutika Ricoeur; fenomenologi kesadaran; Mullā Ṣadrā; André Comte-Sponville; epistemologi spiritual; post-truth. date: 2025-12-16 date_type: published pages: 279 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: masters thesis_name: mphil citation: Ahmad Ilham Zamzami, NIM.: 23205012003 (2025) SPIRITUALITAS IMANENSI DAN TRANSENDENSI: STUDI KOMPERATIF PEMIKIRAN ANDRÉ COMTE-SPONVILLE (1952) DAN SHADRUDDIN MUHAMMAD ASY-SYIRAZI (1572-1640). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76091/1/23205012003_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76091/2/23205012003_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf