eprintid: 76103 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/61/03 datestamp: 2026-04-15 05:41:09 lastmod: 2026-04-15 05:41:09 status_changed: 2026-04-15 05:41:09 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Muhammad Masrur Radhif, NIM.: 21105010038 title: KONSEPTUALISASI TAREKAT NAQSYABANDIYAH AL-ALIYYAH MENURUT KITAB TANWIR AL-QULUB FI MU’AMMALATI ‘ALLAM AL-GHUYUB KARYA SYEKH MUHAMMAD AMIN AL-KURDI AL-IRBILI (w. 1332 H/1914 M) ispublished: pub subjects: A divisions: aqfi full_text_status: restricted keywords: Tarekat Naqsyabandiyah, Konseptualisasi, note: Prof. Dr. H. Zuhri, S. Ag. M. Ag abstract: Tarekat merupakan sebuah perkumpulan spiritual dalam dunia Islam yang berperan dalam membimbing umat Islam agar bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bentuk-bentuk pengamalan dalam tarekat secara umum adalah berdzikir, zuhud, tawakal, sabar, dan lain sebagainya. Penelitian ini berfokus pada konseptualisasi dari Tarekat Naqsyabandiyah al-Aliyyah yang terdapat dalam kitab Tanwir al-Qulub fi Mu’ammalat ‘Allam al-Ghuyub yang merupakan karangan dan mursyid dari Tarekat Naqsyabandiyah yaitu Syekh Muhammad Amin al-Kurdi al-Irbili. Konsep-konsep dari Tarekat Naqsyabandiyah al-Aliyyah sudah terangkum di dalamnya secara terperinci dan sering dikaji di kalangan pondok pesantren di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui kajian literatur yang membahas terkait Tarekat Naqsyabandiyah baik berupa buku, jurnal ilmiah, skripsi, maupun kajian yang lain. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis untuk menganalisis teks yang ada dalam kitab Tanwir al-Qulub. Dengan hal itu, akan menghasilkan penelitian secara detail dan tepat dalam mengkaji konsep Tarekat Naqsyabandiyah al-Aliyyah. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah konsep dari Tarekat Naqsyabandiyah dalam kitab Tanwir al-Qulub bercorak tasawuf sunni yang mengedepankan sikap zuhud, tawakkal, sabar, dan lain sebagainya. Ciri khas yang dimiliki dari tarekat ini adalah khalwat dar anjuman (menyendiri di tengah keramaian) yang tidak dimiliki oleh tarekat-tarekat yang lain. Dzikir khafiy menjadi amalan yang paling utama dalam Tarekat Naqsyabandiyah, karena dengan hal itu salik masih bisa bersosial di tengah keramaian tetapi dalam hatinya hanya mengingat kepada Allah SWT. Temuan ini menunjukan entitas rumusan dari Syekh Muhammad Amin al-Kurdi yang berbeda dengan Tarekat Qadiriyah yang mengutamakan dzikir jahr yang dirumuskan oleh para mursyid Tarekat Qadiriyah. Kata Kunci: Tarekat Naqsyabandiyah, Konseptualisasi, Tasawuf date: 2026-01-21 date_type: published pages: 91 institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Muhammad Masrur Radhif, NIM.: 21105010038 (2026) KONSEPTUALISASI TAREKAT NAQSYABANDIYAH AL-ALIYYAH MENURUT KITAB TANWIR AL-QULUB FI MU’AMMALATI ‘ALLAM AL-GHUYUB KARYA SYEKH MUHAMMAD AMIN AL-KURDI AL-IRBILI (w. 1332 H/1914 M). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76103/1/21105010038_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76103/2/21105010038_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf