<mets:mets OBJID="eprint_76104" LABEL="Eprints Item" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/METS/ http://www.loc.gov/standards/mets/mets.xsd http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mets="http://www.loc.gov/METS/" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mets:metsHdr CREATEDATE="2026-04-16T21:18:47Z"><mets:agent ROLE="CUSTODIAN" TYPE="ORGANIZATION"><mets:name>Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta</mets:name></mets:agent></mets:metsHdr><mets:dmdSec ID="DMD_eprint_76104_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:titleInfo><mods:title>PERTEMANAN LINTAS AGAMA DALAM QS. ALI IMRAN [3]: 118 (ANALISIS TAFSIR KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 21105030132</mods:namePart><mods:namePart type="family">Annisa Amalia Putri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini mengkaji QS. Ali Imran [3]: 118 dalam kaitannya dengan pertemanan lintas agama, khususnya pertemanan yang melibatkan kepercayaan mendalam dan tanggung jawab tertentu (biṭānah). Dalam realitas masyarakat modern yang plural dan saling terhubung, pertemanan lintas agama merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sosial. Islam pada dasarnya tidak melarang pertemanan lintas agama secara umum, sebagaimana tercermin pada sejumlah ayat Al-Qur’an yang menekankan prinsip keadilan dan toleransi. Namun, ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang pertemanan lintas agama mayoritas muncul dalam konteks polemik tertentu, seperti pelanggaran kesepakatan dan proteksi komunitas Muslim awal. Oleh karena itu, permasalahan utama dalam ayat ini tidak terletak pada larangan pertemanan lintas agama secara umum, melainkan pada batas etis dalam menjalin pertemanan yang bersifat khusus, yakni hubungan pertemanan yang melibatkan kepercayaan mendalam, akses terhadap urusan internal, serta tanggung jawab tertentu.&#13;
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dirumuskan untuk menjawab dua pertanyaan pokok: (1) Bagaimana makna historis QS. Ali Imran [3]: 118 dalam kaitannya dengan pertemanan lintas agama? Dan (2) Bagaimana makna kontemporer QS. Ali Imran [3]: 118 dan kaitannya dengan pertemanan lintas agama? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan yang dianalisis menggunakan pendekatan kontekstual Abdullah Saeed. Pendekatan ini meliputi analisis kebahasaan, konteks sosio-historis, teks-teks paralel, serta hierarki nilai untuk mendapatkan makna historis ayat, yang selanjutnya dikontekstualisasikan dalam realitas kontemporer.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ali Imran [3]: 118 terkait dengan konteks makro sosio-historis masyarakat Muslim awal di Madinah, khususnya peristiwa pelanggaran Piagam Madinah dan konflik Perang Uhud. Dalam konteks tersebut, larangan mengambil biṭānah tidak dapat dipahami sebagai larangan mutlak terhadap seluruh bentuk pertemanan lintas agama, melainkan sebagai nilai instruksional yang bersifat partikular dan situasional, serta berfungsi sebagai nilai proteksional untuk menjaga keutuhan komunitas Muslim. Berdasarkan ideal moral, larangan dalam ayat ini bermakna anjuran untuk berteman atau menjalin interaksi yang didasarkan pada komitmen terhadap kesepakatan bersama, kehati-hatian dalam kepercayaan, serta kewaspadaan terhadap relasi yang berpotensi mencederai kesepakatan bersama dan mengancam keutuhan komunitas. Dengan demikian, melalui pendekatan kontekstual Abdullah Saeed, konsep biṭānah tidak ditentukan oleh perbedaan identitas agama, melainkan oleh sikap dan karakter pihak-pihak yang terlibat dalam relasi tersebut. QS. Ali Imran [3]: 118 dapat dipahami sebagai pedoman etis dalam menjalin pertemanan lintas agama yang bersifat khusus dengan adil, bertanggung jawab, dan saling memproteksi, sehingga memungkinkan terwujudnya pertemanan lintas agama yang harmonis dalam kehidupan sosial.&#13;
Kata Kunci: Pertemanan Lintas Agama, Biṭānah, Kontekstual, QS. Ali Imran [3]:118</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-26</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:dmdSec><mets:amdSec ID="TMD_eprint_76104"><mets:rightsMD ID="rights_eprint_76104_mods"><mets:mdWrap MDTYPE="MODS"><mets:xmlData><mods:useAndReproduction>
<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by its own author:</strong> 
In self-archiving this collection of files and associated bibliographic 
metadata, I grant Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta the right to store 
them and to make them permanently available publicly for free on-line. 
I declare that this material is my own intellectual property and I 
understand that Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta does not assume any 
responsibility if there is any breach of copyright in distributing these 
files or metadata. (All authors are urged to prominently assert their 
copyright on the title page of their work.)</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><strong>For work being deposited by someone other than its 
author:</strong> I hereby declare that the collection of files and 
associated bibliographic metadata that I am archiving at 
Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) is in the public domain. If this is 
not the case, I accept full responsibility for any breach of copyright 
that distributing these files or metadata may entail.</p>

<p xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">Clicking on the deposit button indicates your agreement to these 
terms.</p>
    </mods:useAndReproduction></mets:xmlData></mets:mdWrap></mets:rightsMD></mets:amdSec><mets:fileSec><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76104_1048010_1" SIZE="3261039" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76104/1/21105030132_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76104/1/21105030132_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp><mets:fileGrp USE="reference"><mets:file ID="eprint_76104_1048011_1" SIZE="5027930" OWNERID="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76104/2/21105030132_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf" MIMETYPE="application/pdf"><mets:FLocat LOCTYPE="URL" xlink:type="simple" xlink:href="https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76104/2/21105030132_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf"></mets:FLocat></mets:file></mets:fileGrp></mets:fileSec><mets:structMap><mets:div DMDID="DMD_eprint_76104_mods" ADMID="TMD_eprint_76104"><mets:fptr FILEID="eprint_76104_document_1048010_1"></mets:fptr><mets:fptr FILEID="eprint_76104_document_1048011_1"></mets:fptr></mets:div></mets:structMap></mets:mets>