<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 MATARAM</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23204011057</mods:namePart><mods:namePart type="family">A. Zuhruddin Hadi Saputra</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, mengidentifikasi pengaruh lingkungan sekolah, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasinya. SMA Negeri 1 Mataram dipilih sebagai lokus penelitian karena memiliki komposisi peserta didik yang heterogen dari berbagai latar belakang agama, sehingga relevan untuk mengkaji praktik moderasi beragama dalam lingkungan pendidikan yang majemuk.&#13;
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik, serta observasi kegiatan pembelajaran dan keagamaan. Dokumentasi berupa profil sekolah, jadwal pembelajaran, dan catatan kegiatan digunakan untuk memperkuat data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi pengumpulan data, kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan guru Pendidikan Agama Islam berperan aktif sebagai pendidik, pembimbing moral, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui pembelajaran, pembiasaan sikap toleran, dan kegiatan keagamaan inklusif. Nilai-nilai at-tawassuth, i'tidal, tasamuh, dan al-muwathanah diintegrasikan dalam pembelajaran dan dipraktikkan melalui diskusi, dialog, serta kegiatan sosial lintas agama. Lingkungan sekolah yang kondusif, kebijakan mendukung kesetaraan hak beragama, dan budaya sekolah yang menghargai keberagaman menjadi faktor pendukung utama. Kegiatan seperti imtaq pagi, Smansa Spiritual Camp (SSC), kegiatan sosial kemasyarakatan, dan perayaan hari besar keagamaan bersama menciptakan interaksi positif antar peserta didik. Faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang pemahaman keagamaan peserta didik yang eksklusif, keterbatasan waktu pembelajaran, dan pengaruh media sosial yang menyebarkan informasi tidak sejalan dengan prinsip moderasi. Temuan relevan dengan teori Albert Bandura tentang observational learning dan konsep moderasi beragama M. Quraish Shihab tentang wasathiyyah sebagai jalan tengah yang adil, seimbang, dan menghargai perbedaan.&#13;
Kata kunci : Guru Pendidikan Agama Islam, Moderasi Beragama, Pendidikan multikultural</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pendidikan Agama Islam Jurnal</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2025-11-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>