@phdthesis{digilib76133, month = {January}, title = {DINAMIKA DAN STRATEGI PENGELOLAAN WISATA EDUKASI GERABAH KASONGAN OLEH POKDARWIS KAJIGELEM}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 22102030022 Farhan Saleh}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Pajar Hatma Indra Jaya, S.Sos., M.Si}, keywords = {Wisata Edukasi Gerabah Kasongan, Dinamika Permasalahan, Strategi Adaptif}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76133/}, abstract = {Desa wisata berperan penting sebagai sarana pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Namun, dalam praktiknya desa wisata di Indonesia menghadapi disrupsi sosial, ekonomi, dan pariwisata, seperti perubahan pola kunjungan wisatawan, dampak pandemi COVID-19, serta pergeseran orientasi pelaku lokal, yang menyebabkan aktivitas pariwisata tidak berjalan secara berkelanjutan. Wisata Edukasi Gerabah Kasongan merupakan salah satu desa wisata yang telah berjalan sejak tahun 2017 dan masih bertahan hingga tahun 2025, meskipun menghadapi berbagai bentuk dinamika permasalahan tersebut. Sejauh ini, kajian mengenai Kasongan lebih banyak membahas potensi dan pengembangannya, sementara penelitian yang menelusuri dinamika permasalahan dan strategi adaptif pengelolaan wisata edukasi secara bertahap masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika permasalahan serta strategi yang dijalankan oleh Pokdarwis Kajigelem dalam mengelola Wisata Edukasi Gerabah Kasongan sejak awal berdiri hingga kondisi terkini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Group Dynamic,TALC, dan ABCD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata edukasi gerabah mengalami empat fase dinamika permasalahan. Pada fase pertama (2017), permasalahan utama berupa keterbatasan pemahaman pengrajin terhadap konsep wisata edukasi, yang direspons melalui sosialisasi dan komunikasi formal. Fase kedua (2018?2019) ditandai dengan mulai dijalankannya wisata edukasi melalui penataan paket wisata yang pengunjungnya didominasi oleh pelajar. Fase ketiga (2020?2023) menunjukkan penurunan signifikan akibat pandemi COVID-19, sehingga kegiatan wisata hanya berjalan secara terbatas. Fase keempat (2024?2025) ditandai oleh kondisi stagnasi dan kejenuhan aktivitas wisata, yang diatasi melalui penyesuaian pelaksanaan wisata edukasi berdasarkan kesiapan waktu dan keterlibatan pengrajin. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi adaptif berbasis pemanfaatan aset lokal dan keterlekatan sosial memungkinkan wisata edukasi gerabah tetap bertahan, meskipun belum mengalami perkembangan yang signifikan. Kata kunci: Wisata Edukasi Gerabah Kasongan, Dinamika Permasalahan, Strategi Adaptif} }