<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>DINAMIKA DAN STRATEGI PENGELOLAAN&#13;
WISATA EDUKASI GERABAH KASONGAN&#13;
OLEH POKDARWIS KAJIGELEM</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22102030022</mods:namePart><mods:namePart type="family">Farhan Saleh</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Desa wisata berperan penting sebagai sarana pemberdayaan masyarakat berbasis&#13;
potensi lokal. Namun, dalam praktiknya desa wisata di Indonesia menghadapi&#13;
disrupsi sosial, ekonomi, dan pariwisata, seperti perubahan pola kunjungan&#13;
wisatawan, dampak pandemi COVID-19, serta pergeseran orientasi pelaku lokal,&#13;
yang menyebabkan aktivitas pariwisata tidak berjalan secara berkelanjutan. Wisata&#13;
Edukasi Gerabah Kasongan merupakan salah satu desa wisata yang telah berjalan&#13;
sejak tahun 2017 dan masih bertahan hingga tahun 2025, meskipun menghadapi&#13;
berbagai bentuk dinamika permasalahan tersebut. Sejauh ini, kajian mengenai&#13;
Kasongan lebih banyak membahas potensi dan pengembangannya, sementara&#13;
penelitian yang menelusuri dinamika permasalahan dan strategi adaptif pengelolaan&#13;
wisata edukasi secara bertahap masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menggambarkan dinamika permasalahan serta strategi yang dijalankan oleh&#13;
Pokdarwis Kajigelem dalam mengelola Wisata Edukasi Gerabah Kasongan sejak&#13;
awal berdiri hingga kondisi terkini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam,&#13;
observasi lapangan, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah Group&#13;
Dynamic,TALC, dan ABCD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata edukasi&#13;
gerabah mengalami empat fase dinamika permasalahan. Pada fase pertama (2017),&#13;
permasalahan utama berupa keterbatasan pemahaman pengrajin terhadap konsep&#13;
wisata edukasi, yang direspons melalui sosialisasi dan komunikasi formal. Fase&#13;
kedua (2018–2019) ditandai dengan mulai dijalankannya wisata edukasi melalui&#13;
penataan paket wisata yang pengunjungnya didominasi oleh pelajar. Fase ketiga&#13;
(2020–2023) menunjukkan penurunan signifikan akibat pandemi COVID-19,&#13;
sehingga kegiatan wisata hanya berjalan secara terbatas. Fase keempat (2024–2025)&#13;
ditandai oleh kondisi stagnasi dan kejenuhan aktivitas wisata, yang diatasi melalui&#13;
penyesuaian pelaksanaan wisata edukasi berdasarkan kesiapan waktu dan&#13;
keterlibatan pengrajin. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi adaptif berbasis&#13;
pemanfaatan aset lokal dan keterlekatan sosial memungkinkan wisata edukasi&#13;
gerabah tetap bertahan, meskipun belum mengalami perkembangan yang&#13;
signifikan.&#13;
Kata kunci: Wisata Edukasi Gerabah Kasongan, Dinamika Permasalahan, Strategi&#13;
Adaptif</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Pengembangan Masyarakat Islam</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>