<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>PENGARUH PENGUNGKAPAN LINGKUNGAN, SOSIAL, DAN TATA&#13;
KELOLA SECARA WAJIB DAN SUKARELA TERHADAP LIKUIDITAS&#13;
SAHAM DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI&#13;
VARIABEL MODERASI</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 22108040078</mods:namePart><mods:namePart type="family">Kharisma Anisa Fitri</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan&#13;
Environmental, Social, and Governance (ESG) secara wajib dan sukarela terhadap&#13;
likuiditas saham serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel&#13;
moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode&#13;
regresi data panel pada perusahaan sektor energi dan bahan baku yang terdaftar di&#13;
Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Pengungkapan ESG wajib diukur&#13;
berdasarkan ketentuan POJK Nomor 51 Tahun 2017, sedangkan pengungkapan&#13;
ESG sukarela diukur menggunakan indeks Global Reporting Initiative (GRI) yang&#13;
telah dimodifikasi untuk menghindari tumpang tindih dengan pengungkapan wajib.&#13;
Likuiditas saham diukur menggunakan Amihud Illiquidity Ratio, sementara&#13;
kepemilikan institusional diukur berdasarkan proporsi kepemilikan saham oleh&#13;
investor institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG wajib&#13;
tidak berpengaruh signifikan terhadap likuiditas saham, sedangkan pengungkapan&#13;
ESG sukarela berpengaruh positif terhadap likuiditas saham. Selain itu,&#13;
kepemilikan institusional terbukti memperkuat hubungan antara pengungkapan&#13;
ESG wajib dan likuiditas saham, meskipun pengaruh langsung pengungkapan ESG&#13;
wajib terhadap likuiditas saham tidak signifikan. Sebaliknya, kepemilikan&#13;
institusional justru memperlemah hubungan positif dan signifikan antara&#13;
pengungkapan ESG sukarela dan likuiditas saham. Temuan ini mengindikasikan&#13;
bahwa keberadaan investor institusional memengaruhi cara pasar merespons&#13;
informasi ESG, baik yang bersifat wajib maupun sukarela.&#13;
Kata kunci: Pengungkapan ESG Wajib, Pengungkapan ESG Sukarela, Likuiditas&#13;
Saham, Kepemilikan Institusional.</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Akuntansi Syari'ah</mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-19</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FALUTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>