eprintid: 76195 rev_number: 10 eprint_status: archive userid: 12241 dir: disk0/00/07/61/95 datestamp: 2026-04-22 02:48:31 lastmod: 2026-04-22 02:48:31 status_changed: 2026-04-22 02:48:31 type: thesis metadata_visibility: show contact_email: sophanshofwan@gmail.com creators_name: Muhammad Agil Saputra, NIM.: 21105050064 title: PRAKTIK LIMA MUADZIN DI MASJID PATHOK NEGARA PLOSO KUNING: KAJIAN LIVING HADIS ispublished: pub subjects: 297.21 divisions: jur_ikom full_text_status: restricted keywords: lima muadzin, living hadith, adzan, simbolisme, antropologi simbolik, Clifford Geertz, Masjid Pathok Negoro. note: Ahmad Dahlan, Lc., MA abstract: Penelitian ini mengkaji praktik adzan oleh lima muadzin secara serempak di Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning sebagai bentuk aktualisasi living hadith dalam konteks budaya Islam Jawa. Praktik ini bukan hanya warisan teknis masa lalu sebelum hadirnya pengeras suara, tetapi telah mengalami transformasi menjadi simbol religius yang menyatu dengan identitas kultural masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi Clifford Geertz, penelitian ini menerapkan teknik participant observation, wawancara mendalam, dan analisis dokumen budaya untuk mengeksplorasi makna simbolik di balik praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik lima muadzin dipahami oleh masyarakat sebagai representasi dari lima rukun Islam dan simbol harmoni sosial. Adzan yang dikumandangkan secara serempak dari lima arah tidak hanya berfungsi sebagai panggilan salat, tetapi juga sebagai ekspresi kolektif dari nilai spiritual, kebersamaan, dan kontinuitas tradisi Islam lokal. Dalam kerangka symbolic anthropology, adzan ini ditafsirkan sebagai bentuk teks budaya yang merepresentasikan sistem nilai dan struktur sosial masyarakat Muslim Jawa. Pendekatan living hadith juga menunjukkan bahwa hadis tidak dimaknai secara statis, tetapi ditafsirkan dan dihidupkan dalam realitas sosial sesuai dengan konteks lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa praktik lima muadzin di Masjid Pathok Negoro Ploso Kuning adalah contoh konkret dari integrasi antara teks Islam dan budaya lokal, yang mencerminkan fleksibilitas, dinamika, dan daya hidup tradisi Islam di Nusantara. Kata kunci: lima muadzin, living hadith, adzan, simbolisme, antropologi simbolik, Clifford Geertz, Masjid Pathok Negoro. date: 2025-08-22 date_type: published institution: UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA department: 117 thesis_type: skripsi thesis_name: other citation: Muhammad Agil Saputra, NIM.: 21105050064 (2025) PRAKTIK LIMA MUADZIN DI MASJID PATHOK NEGARA PLOSO KUNING: KAJIAN LIVING HADIS. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA. document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76195/1/21105050064_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf document_url: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76195/2/21105050064_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf