%A NIM.: 21102030005 Husaeni Rahman %O Dr. Muhamad Rudi Wijaya, M.Pd.I %T PEMBERDAYAAN BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENGOPTIMALAN POTENSI PERTANIAN ALPUKAT DI DESA PAGERJURANG, KABUPATEN BOYOLALI %X Sektor pertanian di Indonesia memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun menghadapi berbagai permasalahan seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, keterbatasan teknologi, serta menurunnya jumlah tenaga kerja akibat migrasi generasi muda. Kondisi tersebut mendorong perlunya strategi pemberdayaan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal. Desa Pagerjurang, Kabupaten Boyolali, memiliki keunikan berupa potensi pertanian yang besar, khususnya komoditas alpukat dengan produktivitas tinggi dan dukungan kelembagaan melalui Gabungan Kelompok Tani. Berbeda dengan daerah lain seperti Desa Badakarya di Kabupaten Banjarnegara yang mengalami keterbatasan lahan, rendahnya produktivitas, dan belum adanya komunitas pemberdayaan. Desa Pagerjurang menunjukkan praktik pemberdayaan yang menarik untuk dikaji secara mendalam. Jenis pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Subjek penelitian adalah masyarakat yang terlibat dalam pemberdayaan dan kelompok pemberdayaan. Fokus penelitian yaitu pemberdayaan berbasis komunitas dalam pengoptimalan potensi pertanian di Desa Pagerjurang. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi data dan sumber. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pemberdayaan berbasis komunitas dalam pengoptimalan potensi pertanian alpukat di Desa Pagerjurang dilaksanakan melalui proses partisipatif yang menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani berperan strategis sebagai ruang pembelajaran, musyawarah, dan pengambilan keputusan bersama. Alpukat dikembangkan sebagai komoditas unggulan melalui pembagian bibit, pelatihan budidaya, dan pemanfaatan lahan percontohan desa. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kesadaran, partisipasi, dan kemandirian petani dalam mengelola usaha tani. Namun, proses pemberdayaan masih menghadapi kendala teknis dan memerlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara konsisten. %K pemberdayaan berbasis komunitas; alpukat; kelompok tani; Desa Pagerjurang %D 2026 %I UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA %L digilib76205