@mastersthesis{digilib76209, month = {January}, title = {FUNGSI AYAT AL-QUR?AN DALAM ARGUMENTASI MUQADDIMAH KARYA IBN KHALD{\=U}N (ANALISIS MODEL ARGUMENTASI STEPHEN TOULMIN)}, school = {UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA}, author = {NIM.: 23205032050 Achmad Dafid Imron Sadali}, year = {2026}, note = {Prof. Dr. Ahmad Baidowi, S.Ag., M.Si.}, keywords = {Ibn Khald{\=u}n, Muqaddimah,?Ilm al-?Umr{\=a}n, al-Adab al-Ijtima?{\=i}.}, url = {https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/76209/}, abstract = {Posisi Ibn Khald{\=u}n sebagai tokoh sosiologi muslim yang mempengaruhi kajian sosiologi modern seringkali memunculkan pembacaan sekularistik yang berupaya mensterilkan nalar empirisnya dari dimensi wahyu. Kutipan ayat-ayat al-Qur'an yang masif dalam Muqaddimah kerap dinilai sebatas ornamen retoris (Syaw{\=a}hid) atau upaya mencari legitimasi teologis di hadapan audiens muslim, alih-alih sebagai komponen ilmiah. Tesis ini membongkar asumsi tersebut dengan membedah struktur mikroskopis argumentasi Ibn Khald{\=u}n melalui kacamatamodel argumentasi Stephen Toulmin. Dengan asumsi bahwa Muqaddimah adalah bangunan intelektual yang padu antara rasio dan teks suci, kajian ini menelusuri bagaimana Ibn Khald{\=u}n mengoperasikan ayat secara fungsional dalam membangun epistemologi ?Ilm al-?Umr{\=a}n. Teks wahyu diposisikan sebagai variabel logis yang bekerja dalam mekanisme pembuktian ilmiah. Hasil inventarisasi data menunjukkan bahwa Ibn Khald{\=u}n mengintegrasikan lebih dari dua ratus dua puluh ayat yang tersebar secara proporsional secara tematik di seluruh bab. Analisis Toulmin membuktikan bahwa ayat-ayat Al-Qur?an beroperasi secara konstitutif dalam enam elemen logika: (1) Sebagai Data, ayat diperlakukan sebagai fakta objektif untuk mengukur variabel sosiologis, seperti durasi generasi; (2) Sebagai Claim, ayat menjadi tesis puncak yang mengarahkan tujuan politik pada dimensi ukhrawi; (3) Sebagai Warrant, ayat berfungsi sebagai Sunnatull{\=a}hyang menjamin validitas hukum kausalitas sosial, seperti hubungan kemewahan dengan keruntuhan negara; (4) Sebagai Backing, ayat menyediakan landasan ontologis tentang kefanaan entitas selain Tuhan; (5) Sebagai Qualifier, ayat memberikan batasan etis pada teori ?a{\d s}abiyyah; dan (6) Sebagai Rebuttal, ayat berfungsi sebagai alat falsifikasi untuk menolak} }