<mods:mods version="3.3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd" xmlns:mods="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"><mods:titleInfo><mods:title>FUNGSI AYAT AL-QUR’AN DALAM ARGUMENTASI MUQADDIMAH KARYA IBN KHALDŪN (ANALISIS MODEL ARGUMENTASI STEPHEN TOULMIN)</mods:title></mods:titleInfo><mods:name type="personal"><mods:namePart type="given">NIM.: 23205032050</mods:namePart><mods:namePart type="family">Achmad Dafid Imron Sadali</mods:namePart><mods:role><mods:roleTerm type="text">author</mods:roleTerm></mods:role></mods:name><mods:abstract>Posisi Ibn Khaldūn sebagai tokoh sosiologi muslim yang mempengaruhi kajian sosiologi modern seringkali memunculkan pembacaan sekularistik yang berupaya mensterilkan nalar empirisnya dari dimensi wahyu. Kutipan ayat-ayat al-Qur'an yang masif dalam Muqaddimah kerap dinilai sebatas ornamen retoris (Syawāhid) atau upaya mencari legitimasi teologis di hadapan audiens muslim, alih-alih sebagai komponen ilmiah. Tesis ini membongkar asumsi tersebut dengan membedah struktur mikroskopis argumentasi Ibn Khaldūn melalui kacamatamodel argumentasi Stephen Toulmin.&#13;
Dengan asumsi bahwa Muqaddimah adalah bangunan intelektual yang padu antara rasio dan teks suci, kajian ini menelusuri bagaimana Ibn Khaldūn mengoperasikan ayat secara fungsional dalam membangun epistemologi ‘Ilm al-‘Umrān. Teks wahyu diposisikan sebagai variabel logis yang bekerja dalam mekanisme pembuktian ilmiah.&#13;
Hasil inventarisasi data menunjukkan bahwa Ibn Khaldūn mengintegrasikan lebih dari dua ratus dua puluh ayat yang tersebar secara proporsional secara tematik di seluruh bab. Analisis Toulmin membuktikan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an beroperasi secara konstitutif dalam enam elemen logika: (1) Sebagai Data, ayat diperlakukan sebagai fakta objektif untuk mengukur variabel sosiologis, seperti durasi generasi; (2) Sebagai Claim, ayat menjadi tesis puncak yang mengarahkan tujuan politik pada dimensi ukhrawi; (3) Sebagai Warrant, ayat berfungsi sebagai Sunnatullāhyang menjamin validitas hukum kausalitas sosial, seperti hubungan kemewahan dengan keruntuhan negara; (4) Sebagai Backing, ayat menyediakan landasan ontologis tentang kefanaan entitas selain Tuhan; (5) Sebagai Qualifier, ayat memberikan batasan etis pada teori ‘aṣabiyyah; dan (6) Sebagai Rebuttal, ayat berfungsi sebagai alat falsifikasi untuk menolak</mods:abstract><mods:classification authority="lcc">Ilmu Alqur’an dan Tafsir </mods:classification><mods:originInfo><mods:dateIssued encoding="iso8061">2026-01-21</mods:dateIssued></mods:originInfo><mods:originInfo><mods:publisher>UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA;FAKULTAS USHULUDDIN DAN PEMIKIRAN ISLAM</mods:publisher></mods:originInfo><mods:genre>Thesis</mods:genre></mods:mods>